welcome
selamat datang di Beranda Dipy
foto-slide
Tampilkan postingan dengan label Aditya Narayan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aditya Narayan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 Agustus 2010
BISCUIT WILUJENG
dipy:
Sekarang dede Adit sudah kelas 1 SD, sudah mulai menerima pelajaran baru yg tidak dia terima di TK. Kalau urusan calistung membaca-menulis-berhitung sih dia tidak terlalu kesulitan. Begitu juga dengan pelajaran agama, dan bahasa inggris. Ada satu pelajaran yg membuat dia senewen.
Kudengar teriakan dede memberi salam sepulang sekolah. Sambil melepas kaus kaki, dia mulai mengeluarkan jurus wewetnya.
" Ya ampUuuuuuuuun, tadi ada pelajaran yg susah bangeeeeeet....dede bingung"
" Pelajaran apa?" Tanyaku.
" Bahasa Sunda.......aduuuuuuuh beneran dede bingung. Tadi bu guru ngitung dari satu sampe sepuluh. Dede taunya cuma dua,lima, tujuh, delapan ma sepuluh aja. Hiji tuh apa? Satu ya?"
Upz......ya ampun, maafin bunda de. Kami memang tidak membiasakan anak-anak berbicara dalam bahasa Sunda. Bahkan karena teman-temannya sering berbicara dalam bahasa sunda yg kasar, kami sangat ketat mengawasi hal itu. Jadi ya begini nih......hiji aja nggak tau.
" Iya, hiji....dua...tilu...opat....lima....genep....tujuh....dalapan....salapan....sapuluh...." Kataku.
" Iya begitu, tau ah dede belom hafal" katanya.
" Nanti kita belajar sama-sama ya" kataku.
" Oke. Nah kalo selamat pagi apa?" Tanyanya sambil mengganti seragam.
" Selamat pagi tuh wilujeng enjing , kalo selamat siang ya wilujeng siang. Terus selamat malam wilujeng wengi" Jelasku.
" Ooooo pake wilujeng semua ya depannya. Sama aja kayak good <3 ♏ơȓƞǃƞǥ My Lovely Frenz <3, good afternoon gitu ya...." Katanya.
Busyet, tuh kan dia malah lebih hafal ucapan salam dalam bahasa Inggris deh.
" Iya gitu. Ya udah sekarang makan dulu"
" Otre boss" katanya.
Beberapa hari kemudian aku menerima sms dari Cacan, tukang ojek yang menjemput Dede.
Isinya:
Bu, punten. Kalau biskuit wilujeng tuh apa? Ini cep Adit pengen beli biskuit Wilujeng. Dari tadi nyari belom ketemu.
Nah lo.....biscuit wilujeng? Biscuit apaan tuh? Baru denger. Kubalas sms Cacan
Bilang sama dede nanti aja belinya.
Setibanya di rumah kulihat dede cemberut.
" Dede mau biscuit wilujeng, bunda. Yang coklat. Itu mang Cacannya nggak ngerti"
" Biscuit wilujeng apaan sih? Bunda aja nggak tau. Biscuit baru? Dede liat dimana? Nanti sore deh kita cari ya" bujukku.
" Nggak usah, tuh di lemari juga ada"
"Di lemari? Emang ada?" Tanyaku heran.
"Adaaaaaa.....bentar dede ambil ya" jawabnya sambil menyeret tas sekolahnya. Kuikuti dia. Dia membuka laci lemari dapur.
" Nih biscuitnya...." Katanya sambil mengacungkan sesuatu.
Lah.....itu kan biscuit selamat?
" Lho kok?" Tanyaku.
" Iiiiiiiiiih bunda gimana sih. Kan bunda sendiri yang bilang kalau selamat tuh bahasa sundanya wilujeng. Nah ini biscuit apa? Se-la-mat.....ya berarti ini biscuit wilujeng DOº°˚˚°ºong" katanya tenang.
Yey.......kok sekarang malah jadi aku yg keder ya? Au ah De, terserah kamu aja. Junkhead bunda mah !
Jumat, 18 Juni 2010
Makcomblang Cilik
dipy:
" Mbaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak..............." kudengar Dede berteriak.
Si mbak yang sedang menyetrika memandangku. Kudiamkan.
" Mbak Ooooooniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii......................" terdengar lagi teriakan Dede.
" Sana samperin dulu,mbak" kataku.
Si mbak buru-buru mencabut kabel setrikaan dan berlari mencari Dede. Kuteruskan pekerjaanku. Sepuluh menit kemudian mbak kembali lagi dan melanjutkan menyetrika.
Keesokan harinya pada jam yang sama kembali terdengar teriakan Dede.
" Mbaaaaaaaaaaaaaaaaaaak....................siniiiiiiiiiiiiii"
" Teh, mbak ke Dede dulu ya," si mbak minta ijin pada Fira. Fira mengangguk dan berdiri lalu mengikuti mbak ke depan. Aku terus mengetik. Tak berapa lama kemudian Fira menghampiriku dan menarik tanganku.
" Apaan sih,Teh?" tanyaku kaget.
" sssstt........diem dulu..." katanya sambil menempelkan telunjuk ke bibirnya. Fira menarikku ke ruang tamu dan menyibakkan tirai tipis jendela.
Kuintip keluar. Kulihat Dede sedang bermain bola sendirian di carport. Lah.....si mbaknya kemana ya....
Tapi kulihat dibalik fiberglass pagar ada seseorang sedang berdiri sambil bersender ke pagar. Terdengar sama-samar suara orang sedang mengobrol. Kutatap Fira......
" Mbak Oni nya mana, Teh?" tanyaku.
Fira kembali menarik tanganku menjauhi ruang tamu.
" itu mbak Oni nya di luar lagi ngobrol sama tukang siomay" jelasnya.
" hah......tukang siomay? Kok?...." tanyaku bingung. Ngapain coba si mbak ngobrol panas-panasn sama tukang siomay.
" dede tuh...." kata Fira.
" Kok Dede? Emang kenapa?" tanyaku bingung.
" Dari kemaren-kemaren Dede kenal-kenalin mbak ma orang-orang" katanya.
" Orang-orang siapa?" aku makin tak mengerti.
" Tukang bakso, tukang es krim, tukang kerupuk, sekarang tukang siomay. Pernah malahan dikenalin ke tukang ngamen"
" Astaghfirullah.........Dede apa-apaan sih........cepet panggil mbak masuk" perintahku.
" Dede nya dipanggil juga nggak?" tanyanya.
" Dede nanti aja. Panggil mbaknya dulu aja"
Fira berlari keluar. Tak berapa lama kemudian mbak masuk beriringan dengan Fira.
" Kamu abis ngapain,mbak? Ngapain panas-panas gini ngobrol di depan pintu"
" Maaf,bu.........itu Dede.......maksa nyuruh kenalan sama tukang siomay" katanya pelan sambil menunjukkan kepala.
" Lha kamunya juga mau........ngapain sih Dede diikutin...."
" kata Dede kalo saya nggak mau kenalan, Dede nggak mau makan......maaf,bu....." katanya.
Uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh........lagi-lagi cindil cicit cuit ini bikin masalah.
" Ya udah.....tapi awas ya....lain kali kalo Dede macem-macem lagi bilang ke ibu. Teh, panggil Dede"
Mbak Oni mengangguk dan pamit ke belakang.
Lalu Dede masuk menghampiriku.
" Ada apa bunda sayaaaaaaaang.........." katanya sambil mengelus pipiku.
" Duduk, bunda mau ngomong...." kataku dengan dingin.
" Ada apa siiiiiiiiih.........Dede salah apa lagiiiiii......"
" Dede ngapain sih pake ngenal-ngenalin mbak Oni ke tukang siomay?" tanyaku.
" O itu......kirain ada apaan.......ya nggak apa-apa atuh Dede kenalin mbak Oni. Mbak Oni kan masih baru disini.......sengaja Dede kenalin supaya mbak Oni punya temen. Kemaren Dede kenalin ke mang bakso, trus mang es krim.....trus aa aa yg suka ngamen itu lho,bund...." dia menjelaskan dengan mimik sok tau tea.
" Haduuuh Dedeeeeeeeee........nggak boleh......mereka kan orang tidak dikenal......"
" Yeeeee bunda........kata siapa mereka tidak dikenal.......Dede kenal kok sama mereka......Dede kan sering beli bakso.....beli es krim.....beli siomay......."
Ya Allah......ngejelasinnya harus gimana ya.......
" De, gini ya........emang Dede tau rumah mereka? Emang Dede tau mereka orang mana? Emang Dede yakin mereka orang baik......." tiba-tiba Dede menukas....
" Mereka baek bundaaaaaaaaaa................mereka mau tuh Dede ajak maen bola....." masih tetap keukeuh.
" Lagian kan nggak mungkin Dede kenalin mbak Oni ke A Fadil........nggak level kaan..........." tetep sok tau.
" apa tuh maksudnya nggak level?" aku makin nggak ngerti.
" A Fadil kan masih sekolah..........mbak Oni mah udah kerja.........ya nggak level atuh. Mbak Oni dikenalinnya harus sama yang udah kerja lagi. Itu jualan kan kerja juga........nyari uang.....iya kan....."
Guuuustiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..........
" Dede, dengerin. Gimana kalo mereka jahat. Nanti mbak Oninya dijahatin kan kesian...."
" Nggak mungkin dong mereka jahat. Mereka kan takut sama Dede...."
" Mana ada orang dewasa takut sama anak kecil. Pokoknya bunda nggak suka. Bunda juga nggak suka kamu ngancem-ngancem mbak Oni...."
" ngancem apa?" elaknya.
"Itu mbak bilang kamu ngancem nggak mau makan kalo mbak nggak mau dikenalin ke orang-orang......apaan itu maksudnya?"
" ya biar mbak Oni mau dikenalin....." katanya polos.
" Bunda nggak mau denger lagi......pokoknya Dede nggak boleh kenal-kenalin mbak sembarangan"
" Dede tuh maksudnya baik. Supaya mbak Oni punya temen ngobrol. Mbak Oni kan perlu bersosialisasi........eh Teh, bener ya ngomongnya......." tanyanya ke Fira. Kulihat kakaknya mengangguk.
" Apaan lagi tuh....."
" iiiiiih bunda nih gimana sih.........mbak tuh harus punya temen ngobrol.....biar nggak stress gitu loh....siapa tau ntar mbak Oni juga punya pacar.......kan bagus tuh...." katanya.
Kuberi isyarat agar Fira mendekat.
" teteh cuma bilang kata bu guru manusia itu harus bersosialisasi..........hidup bermasyarakat.......teteh cuma bilang gitu aja........dasar aja Dedenya,bund..." kata Fira.
Oalaaaaaaaaaaaaah...........ya emang bener sih. Tapi kok Dede jadi malah menginterpretasikannya kayak begitu. Gimana coba kalo orang yang dikenalin Dede itu tiba-tiba punya niat jahat..........halah kok jadi malah aku yang parno ya. Tapi sumpah.....cape hateeeeeeeeeee..........plis dong Deeeeeeeeee.........jangan nyari gara-gara aja atuh........junkhead tau.
" Mbaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak..............." kudengar Dede berteriak.
Si mbak yang sedang menyetrika memandangku. Kudiamkan.
" Mbak Ooooooniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii......................" terdengar lagi teriakan Dede.
" Sana samperin dulu,mbak" kataku.
Si mbak buru-buru mencabut kabel setrikaan dan berlari mencari Dede. Kuteruskan pekerjaanku. Sepuluh menit kemudian mbak kembali lagi dan melanjutkan menyetrika.
Keesokan harinya pada jam yang sama kembali terdengar teriakan Dede.
" Mbaaaaaaaaaaaaaaaaaaak....................siniiiiiiiiiiiiii"
" Teh, mbak ke Dede dulu ya," si mbak minta ijin pada Fira. Fira mengangguk dan berdiri lalu mengikuti mbak ke depan. Aku terus mengetik. Tak berapa lama kemudian Fira menghampiriku dan menarik tanganku.
" Apaan sih,Teh?" tanyaku kaget.
" sssstt........diem dulu..." katanya sambil menempelkan telunjuk ke bibirnya. Fira menarikku ke ruang tamu dan menyibakkan tirai tipis jendela.
Kuintip keluar. Kulihat Dede sedang bermain bola sendirian di carport. Lah.....si mbaknya kemana ya....
Tapi kulihat dibalik fiberglass pagar ada seseorang sedang berdiri sambil bersender ke pagar. Terdengar sama-samar suara orang sedang mengobrol. Kutatap Fira......
" Mbak Oni nya mana, Teh?" tanyaku.
Fira kembali menarik tanganku menjauhi ruang tamu.
" itu mbak Oni nya di luar lagi ngobrol sama tukang siomay" jelasnya.
" hah......tukang siomay? Kok?...." tanyaku bingung. Ngapain coba si mbak ngobrol panas-panasn sama tukang siomay.
" dede tuh...." kata Fira.
" Kok Dede? Emang kenapa?" tanyaku bingung.
" Dari kemaren-kemaren Dede kenal-kenalin mbak ma orang-orang" katanya.
" Orang-orang siapa?" aku makin tak mengerti.
" Tukang bakso, tukang es krim, tukang kerupuk, sekarang tukang siomay. Pernah malahan dikenalin ke tukang ngamen"
" Astaghfirullah.........Dede apa-apaan sih........cepet panggil mbak masuk" perintahku.
" Dede nya dipanggil juga nggak?" tanyanya.
" Dede nanti aja. Panggil mbaknya dulu aja"
Fira berlari keluar. Tak berapa lama kemudian mbak masuk beriringan dengan Fira.
" Kamu abis ngapain,mbak? Ngapain panas-panas gini ngobrol di depan pintu"
" Maaf,bu.........itu Dede.......maksa nyuruh kenalan sama tukang siomay" katanya pelan sambil menunjukkan kepala.
" Lha kamunya juga mau........ngapain sih Dede diikutin...."
" kata Dede kalo saya nggak mau kenalan, Dede nggak mau makan......maaf,bu....." katanya.
Uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh........lagi-lagi cindil cicit cuit ini bikin masalah.
" Ya udah.....tapi awas ya....lain kali kalo Dede macem-macem lagi bilang ke ibu. Teh, panggil Dede"
Mbak Oni mengangguk dan pamit ke belakang.
Lalu Dede masuk menghampiriku.
" Ada apa bunda sayaaaaaaaang.........." katanya sambil mengelus pipiku.
" Duduk, bunda mau ngomong...." kataku dengan dingin.
" Ada apa siiiiiiiiih.........Dede salah apa lagiiiiii......"
" Dede ngapain sih pake ngenal-ngenalin mbak Oni ke tukang siomay?" tanyaku.
" O itu......kirain ada apaan.......ya nggak apa-apa atuh Dede kenalin mbak Oni. Mbak Oni kan masih baru disini.......sengaja Dede kenalin supaya mbak Oni punya temen. Kemaren Dede kenalin ke mang bakso, trus mang es krim.....trus aa aa yg suka ngamen itu lho,bund...." dia menjelaskan dengan mimik sok tau tea.
" Haduuuh Dedeeeeeeeee........nggak boleh......mereka kan orang tidak dikenal......"
" Yeeeee bunda........kata siapa mereka tidak dikenal.......Dede kenal kok sama mereka......Dede kan sering beli bakso.....beli es krim.....beli siomay......."
Ya Allah......ngejelasinnya harus gimana ya.......
" De, gini ya........emang Dede tau rumah mereka? Emang Dede tau mereka orang mana? Emang Dede yakin mereka orang baik......." tiba-tiba Dede menukas....
" Mereka baek bundaaaaaaaaaa................mereka mau tuh Dede ajak maen bola....." masih tetap keukeuh.
" Lagian kan nggak mungkin Dede kenalin mbak Oni ke A Fadil........nggak level kaan..........." tetep sok tau.
" apa tuh maksudnya nggak level?" aku makin nggak ngerti.
" A Fadil kan masih sekolah..........mbak Oni mah udah kerja.........ya nggak level atuh. Mbak Oni dikenalinnya harus sama yang udah kerja lagi. Itu jualan kan kerja juga........nyari uang.....iya kan....."
Guuuustiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..........
" Dede, dengerin. Gimana kalo mereka jahat. Nanti mbak Oninya dijahatin kan kesian...."
" Nggak mungkin dong mereka jahat. Mereka kan takut sama Dede...."
" Mana ada orang dewasa takut sama anak kecil. Pokoknya bunda nggak suka. Bunda juga nggak suka kamu ngancem-ngancem mbak Oni...."
" ngancem apa?" elaknya.
"Itu mbak bilang kamu ngancem nggak mau makan kalo mbak nggak mau dikenalin ke orang-orang......apaan itu maksudnya?"
" ya biar mbak Oni mau dikenalin....." katanya polos.
" Bunda nggak mau denger lagi......pokoknya Dede nggak boleh kenal-kenalin mbak sembarangan"
" Dede tuh maksudnya baik. Supaya mbak Oni punya temen ngobrol. Mbak Oni kan perlu bersosialisasi........eh Teh, bener ya ngomongnya......." tanyanya ke Fira. Kulihat kakaknya mengangguk.
" Apaan lagi tuh....."
" iiiiiih bunda nih gimana sih.........mbak tuh harus punya temen ngobrol.....biar nggak stress gitu loh....siapa tau ntar mbak Oni juga punya pacar.......kan bagus tuh...." katanya.
Kuberi isyarat agar Fira mendekat.
" teteh cuma bilang kata bu guru manusia itu harus bersosialisasi..........hidup bermasyarakat.......teteh cuma bilang gitu aja........dasar aja Dedenya,bund..." kata Fira.
Oalaaaaaaaaaaaaah...........ya emang bener sih. Tapi kok Dede jadi malah menginterpretasikannya kayak begitu. Gimana coba kalo orang yang dikenalin Dede itu tiba-tiba punya niat jahat..........halah kok jadi malah aku yang parno ya. Tapi sumpah.....cape hateeeeeeeeeee..........plis dong Deeeeeeeeee.........jangan nyari gara-gara aja atuh........junkhead tau.
Selasa, 15 Juni 2010
Surat Untuk Bu Guru
dipy:
Pulang sekolah Adit bertanya,
" Bener gitu Dede sekolah tinggal 2 minggu lagi?"
" Ya bener atuh. Emangnya Dede mau di TK terus" jawabku.
" 2 minggu tuh lama apa sebentar?"
" liat kalender gih.......hitung dari hari minggu sampai sabtu......terus tambahin ngitungnya dari hari minggu sampai sabtu lagi"
Adit berlari mengambil kalender meja dan mulai menghitung.
" 14 hari.........wah jadi Dede sekolahnya 14 hari lagi?" tanyanya.
" iya, kan Dede mau lanjutin sekolah ke SD..."
" Jadi Dede nggak akan diajar sama bu Heri dan bu Amel lagi?"
" Bu amel sama Bu Heri kan guru TK......nanti kalau SD ya gurunya ganti lagi dong" jelasku.
" waaaaah gimana dong......nanti Dede nggak bisa ketemu mereka lagi dong...."
" Bisaaaaaaaaa........kan kapan-kapan Dede bisa maen ke TK atau kita ke rumah bu Amel sama bu Heri."
" Nanti bu Amel sama bu Heri masih inget Dede nggak ya?"
" Kalau Dedenya ninggalin kesan yang baik ke bu Amel ma Bu Heri......pasti mereka tetep inget sama Dede"
" Kesan tuh apa?"
Huluh........naon atuh nya? Yey........apa atuuuuuuh......
" kesan tuh hal yg diingat oleh seseorang. Kalau Dede nakal ya kesan atau bu guru bakal ingetnya Dede tuh nakal. Kalo Dede pinter....bageur.....ya kesannya baik"
" Aduh.....gimana dong. Kemaren-kemaren kan Dede suka bikin kesel bu guru. Berarti kesan Dede jelek dong....."
Upz...........nyadar juga nih anak.
" Bisa dirubah kok kalau Dede mau"
" Gimana caranya?"
" kan masih ada waktu 2 minggu........terserah Dede gimana caranya, pokoknya buat bu guru inget kalau Dede tuh anak yang baik" kataku.
" Iya deh. Nanti Dede pikir-pikir...."
Halah....pikir-pikir......lagunyaaaaaaaa.........sok iyeh.
Selama 2 hari Dede terlihat murung, seperti ada yg dipikirkan. Kata Fira Dede lagi mikir gimana caranya membuat kesan yang baik untuk bu guru. Oalaaaaaaaaah Dedeeeeeeee.........tapi biarin lah. Belajar memikirkan jalan keluar sendiri.
Sampai suatu sore, dede menyerahkan 2 buah amplop.
" Apaan nih?" kubaca kata-kata yg tertera di sampul depan amplop.
......kepada: Bu Amel.....
......kepada: Bu Heri.....
Ya ampun, Dede kirim surat untuk bu guru.
" Besok bunda ke sekolah Dede kan? Dede nitip surat ini buat bu guru", besok kebetulan ada pembagian uang tabungan.
" Kenapa Dede nggak kasihin sendiri aja?" tanyaku.
" Nggak ah, malu"
" Bunda boleh baca nggak?"
" Jangaaaaaaaaaaan.........itu surat buat bu guru tau....." katanya.
Hmmmmm......sok berahasia ni bocah. Malamnya kucoba mengintip isi amplop.......tapi di lem rapat. Huh.....bener-bener rahasia ternyata.
Besoknya kuserahkan surat-surat tersebut. Surat itu dibuka bu guru, kulihat mata bu guru berkaca-kaca.
" Boleh liat nggak,bu?' tanyaku.
Bu Amel dan Bu Heri menyerahkan surat Dede. Surat untuk bu Amel ditulis dengan pensil, surat yang untuk bu Heri ditulis dengan pulpen 2 warna.......hitam dan biru ( dan Dede bilang pulpen hitamnya habis tintanya, jadi lanjutinnya pake pulpen biru.....halah)
mulai kubaca:
" Ass.Wr.Wb.
Bu guru yang baik, terimakasih atas segala bibingan (mungkin maksudnya bimbingan) dan pelajaran yang telah diberikan selama ini. Mohon maaf selama ini Adit telah membuat ibu jengkel, ibu marah, ibu kesal. Tapi Aditya janji bu di SD Adit janji ngak (mungkin maksudnya nggak) akan nakal lagi.
wass.wr.wb
aditya narayan "
wakakakakak........antara pengen ketawa dan terharu. Kita lihat saja nanti......gimana nanti Dede di SD. Ayo kita tunggu.......
Jumat, 11 Juni 2010
Yaeeaalaaaah
dipy:
Tahun ajaran baru tahun ini Adit masuk SD. Umurnya memang belum pas 7 tahun sih......tapi kalau diundur sampai tahun depan umur Adit lebih dari 7 tahun, jadi lebih baik tahun ini saja masuk SD nya.
Tapi ada satu hal yg masih belum clear sampai sekarang, Adit nggak mau masuk ke sekolah yg sama dengan Fira. Yeeeee bakalan ribet atuh.Tapi Adit tetep nggak mau.
" De, kenapa sih nggak mau bareng sama teteh sekolahnya? Kan biar nggak ribet nganterin sama ngejemputnya" kataku.
" Nggak ah, dedenya minder. Dede takut"
" Takut kenapa?" Tanyaku.
" Dede takut ngga bisa kayak teteh. Nanti kalau dede nggak ranking 1 kayak teteh kan bisa berabe" jawabnya.
" Berabe gimana, bunda nggak ngerti ah"
" Ya iya atuh berabe. Berabe buat teteh, berabe buat dede juga. Coba bunda bayangin......dede kan malu, pasti nanti bu gurunya banding-bandingin dede sama teteh. Teteh juga pasti malu soalnya punya ade ngga bisa ranking 1. Nanti kalau dede ranking terakhir gimana coba.......kiamat kan..." Jelasnya.
" Hush, kiamat.....aneh-aneh aja ah. Kata siapa dede ngga bisa ranking 1, kan dede belom sekolah disitu. Siapa tau dede lebih pinter dan rajin dari temen-temen yang lainnya, jadi dede bisa ranking 1 kayak teteh" bujukku.
" Ya ngga mungkin atuh dede bisa ranking 1, kan bubda tau sendiri dede susah nulis pake huruf sambung......bunda sendiri kan yg bilang kalau tulisan elok dede kacau balau" katanya.
Haduh.....emang iya sih.....
" Tapi kan dede bisa terus latihan nulis elok.....jadi nanti pas masuk SD, tulisan dedebudah bagus. Lagian pelajaran di SD kan banyak, dede bisa dapet nilai bagus dari pelajaran lainnya. Jadi siapa bilang dede nanti ngga bisa ranking 1. Asal dede mau berusaha, mau rajin berlajar.... انشـــــاء الله dede bisa kok jadi ranking 1. Percaya deh sama bunda. Mau ya bareng ma teteh?"
" Nantilah dede pikir-pikir dulu"
Yey gayanya.....padahal anak kecil mah seharusnya tinggal nurut apa kata orang tua. Tapi ya sudahlah, orang tua kan ngga boleh memaksakan kehendak. Apalagi ke anak model Adit, bisa-bisa dia lapor ke Komnas Anak ntar.
Beberapa hari kemudian Dede bilang kalau dia mau sekolah di SD 'P' aja. Aku pernah dengar nama Sd ini, tapi ngga ngerti tempatnya dimana. Aku iyakan dulu dan kubilang aku mau cari informasi dulu tentang sekolah tersebut. Karena berbagai kesibukan, niatku mencari informasi tentang sekolah yg diinginkan dede jadi tertunda. Sampai suatu siang, Fira pulang sekolah langsung menarik tanganku ke kamar.
" Apaan sih? Teteh ngga liat kalo bunda lagi ngetik?" Aku protes.
" Ssst...." Fira menempelkan telunjuknya di bibir.
" Dede mana?" Tanyanya.
" Ke warung sama mbak. Ada apa sih?" Tanyaku ngga sabar.
" Bunda tau ngga.....SD.'P' tuh sekolah apa?"
" Ngga tau. Bunda belom sempet cari informasi. Emang kenapa?" Tanyaku heran.
" Itu SLB, bund" kata Fira sambil mengganti pakaian seragam.
" Hah?" Aku kaget.
" Iya, ternyata itu SLB. Tadi teteh tanya ke bu guru. Kata bu guru itu sekolah untuk anak-anak yang mengalami kelambatan perkembangan. Ngga tau lah apa.....pokoknya tadi bu guru bilang begitu" kata Fira.
Upz.......olala.....pantesan dede keukeuh pengen masuk sekolah itu. Kayaknya dia pikir dia pasti ranking 1 kalau dia masuk ke sekolah itu. Masuk akal juga sih. Tapi kok terpikir sih sama anak segede dede? Ni anak punya bakat membaca situasi dan keadaan yg bisa menguntungkan diri sendiri ternyata. Halah......PR maning, mengorek keterangan dari dede......darimana dia bisa dapat ide canggih seperti itu. Duh gustiiiiiiiii.........yaeeeaalaaaah dia bisa jadi ranking 1, wong lawannya......
Huh, harus siapin naskah siraman rohani untuk dede nih......anak yg kekurangan kan juga bisa berprestasi. Dasar suradit markudiiiiiit.....
Tahun ajaran baru tahun ini Adit masuk SD. Umurnya memang belum pas 7 tahun sih......tapi kalau diundur sampai tahun depan umur Adit lebih dari 7 tahun, jadi lebih baik tahun ini saja masuk SD nya.
Tapi ada satu hal yg masih belum clear sampai sekarang, Adit nggak mau masuk ke sekolah yg sama dengan Fira. Yeeeee bakalan ribet atuh.Tapi Adit tetep nggak mau.
" De, kenapa sih nggak mau bareng sama teteh sekolahnya? Kan biar nggak ribet nganterin sama ngejemputnya" kataku.
" Nggak ah, dedenya minder. Dede takut"
" Takut kenapa?" Tanyaku.
" Dede takut ngga bisa kayak teteh. Nanti kalau dede nggak ranking 1 kayak teteh kan bisa berabe" jawabnya.
" Berabe gimana, bunda nggak ngerti ah"
" Ya iya atuh berabe. Berabe buat teteh, berabe buat dede juga. Coba bunda bayangin......dede kan malu, pasti nanti bu gurunya banding-bandingin dede sama teteh. Teteh juga pasti malu soalnya punya ade ngga bisa ranking 1. Nanti kalau dede ranking terakhir gimana coba.......kiamat kan..." Jelasnya.
" Hush, kiamat.....aneh-aneh aja ah. Kata siapa dede ngga bisa ranking 1, kan dede belom sekolah disitu. Siapa tau dede lebih pinter dan rajin dari temen-temen yang lainnya, jadi dede bisa ranking 1 kayak teteh" bujukku.
" Ya ngga mungkin atuh dede bisa ranking 1, kan bubda tau sendiri dede susah nulis pake huruf sambung......bunda sendiri kan yg bilang kalau tulisan elok dede kacau balau" katanya.
Haduh.....emang iya sih.....
" Tapi kan dede bisa terus latihan nulis elok.....jadi nanti pas masuk SD, tulisan dedebudah bagus. Lagian pelajaran di SD kan banyak, dede bisa dapet nilai bagus dari pelajaran lainnya. Jadi siapa bilang dede nanti ngga bisa ranking 1. Asal dede mau berusaha, mau rajin berlajar.... انشـــــاء الله dede bisa kok jadi ranking 1. Percaya deh sama bunda. Mau ya bareng ma teteh?"
" Nantilah dede pikir-pikir dulu"
Yey gayanya.....padahal anak kecil mah seharusnya tinggal nurut apa kata orang tua. Tapi ya sudahlah, orang tua kan ngga boleh memaksakan kehendak. Apalagi ke anak model Adit, bisa-bisa dia lapor ke Komnas Anak ntar.
Beberapa hari kemudian Dede bilang kalau dia mau sekolah di SD 'P' aja. Aku pernah dengar nama Sd ini, tapi ngga ngerti tempatnya dimana. Aku iyakan dulu dan kubilang aku mau cari informasi dulu tentang sekolah tersebut. Karena berbagai kesibukan, niatku mencari informasi tentang sekolah yg diinginkan dede jadi tertunda. Sampai suatu siang, Fira pulang sekolah langsung menarik tanganku ke kamar.
" Apaan sih? Teteh ngga liat kalo bunda lagi ngetik?" Aku protes.
" Ssst...." Fira menempelkan telunjuknya di bibir.
" Dede mana?" Tanyanya.
" Ke warung sama mbak. Ada apa sih?" Tanyaku ngga sabar.
" Bunda tau ngga.....SD.'P' tuh sekolah apa?"
" Ngga tau. Bunda belom sempet cari informasi. Emang kenapa?" Tanyaku heran.
" Itu SLB, bund" kata Fira sambil mengganti pakaian seragam.
" Hah?" Aku kaget.
" Iya, ternyata itu SLB. Tadi teteh tanya ke bu guru. Kata bu guru itu sekolah untuk anak-anak yang mengalami kelambatan perkembangan. Ngga tau lah apa.....pokoknya tadi bu guru bilang begitu" kata Fira.
Upz.......olala.....pantesan dede keukeuh pengen masuk sekolah itu. Kayaknya dia pikir dia pasti ranking 1 kalau dia masuk ke sekolah itu. Masuk akal juga sih. Tapi kok terpikir sih sama anak segede dede? Ni anak punya bakat membaca situasi dan keadaan yg bisa menguntungkan diri sendiri ternyata. Halah......PR maning, mengorek keterangan dari dede......darimana dia bisa dapat ide canggih seperti itu. Duh gustiiiiiiiii.........yaeeeaalaaaah dia bisa jadi ranking 1, wong lawannya......
Huh, harus siapin naskah siraman rohani untuk dede nih......anak yg kekurangan kan juga bisa berprestasi. Dasar suradit markudiiiiiit.....
Kamis, 10 Juni 2010
dipy:
Hp bunyi. Kulihat icon sms. Kubuka.
- bunda lagi apa?-
Sms dari Adit. Kulirik jam, jam istirahat. Kubalas,
- bunda lagi bayar listrik terus mau ke sekolah ayah-
3 menit kemudian kembali hp berbunyi, sms dari Adit lagi.
- mau ngapain ke sekolah ayah? Mau makan-makan ya. Kenapa dede gak diajak-
Huluh, makan-makan........wong dibilang mau ke sekolah kok makan-makan.
Sms ini nggak kubalas. Selang satu menit kemudian masuk sms lagi, masih dari Adit.
- bunda lagi apa? -
Kubiarkan.
Ada sms lagi.
- bunda pasti lagi febukan ya -
Lah 's' nya ilang.......mungkin maksudnya fesbuk.
Kubiarkan lagi.
Ketika sampai rumah,dede sedang manyun. Kata mbak dari pulang sekolah dede marah-marah.
" Kenapa manyun? " Tanyaku.
" Kenapa sms dede gak dibales? "
Oaalaaaaaah itu toh masalahnya.
" Tadi kan bunda riweuh, boro-boro mau bales sms. "Agian juga gak penting buat dibales kok" kataku.
" Ya penting atuh. Ayo pokoknya sekarang harus dibales" katanya.
" Bunda jawab langsung aja ya......bentar, tadi dede sms apa ya....." Kataku sambil mengeluarkan hp.
" Gak mau. Dede maunya dibales pake sms lagi"
Busyet ni cindil.
" Iya deh boss......ok" .
Kutulis sms balasan. Sengaja kubuat panjang, sekaligus menjawab semua sms nya.
" Udah tuh"
Kudengar hp dede berbunyi dan dia membaca keras-keras sms yang tadi kukirim. Huh parah ni bocah, ngapain juga harus sms.
Aku sedang mencuci piring ketika hp ku berbunyi. Telepon. Lho ngapain dede telepon. Kucari Adit,
" Apa?" Tanyaku.
" Terima dulu teleponnya!" Katanya sambil menunjuk hp ku. Loooooooh gimana sih......wong berhadapan gini kok ngomong haris lewat telepon.
" السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ , ada apa Aditya NarayanV" tanyaku.
" وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ , kenapa sms dede gak dibales?"
" Lho......tadi kan bunda balesin"
" Coba liat tadi dede sms nya berapa kali. Bunda baru bales sekali. Itu balesan ama dede yg mana?"
Aku mengernyitkan dahi. Apa sih?
" Maksudnya apa,de? Bunda udh bales semua pertanyaan dede. Coba liat, sms bunda panjang kan....." Jelasku.
" Itu namanya curang. Dede sms bunda 4x tapi bunda balesnya cuma sekali. Bunda harus bales 4x juga. Enak aja pulsa dede kepotong 4x, eh bunda cuma sekali. Dede gak mau tau, pokoknya bunda harus bales 4x juga. Itu baru adil namanya. Lagian tadi bunda bales sms yg no berapa.....dede bingung....." dia nyerocos gak karuan.
Ya اللّهُ ........aturan dari mana.....terserah aku kan mau bales berapa kali.....mau bales ato engga kan juga terserah aku. Aku langsung teriak.......ayaaaaaaaaaaaaaaaaah........
Hp bunyi. Kulihat icon sms. Kubuka.
- bunda lagi apa?-
Sms dari Adit. Kulirik jam, jam istirahat. Kubalas,
- bunda lagi bayar listrik terus mau ke sekolah ayah-
3 menit kemudian kembali hp berbunyi, sms dari Adit lagi.
- mau ngapain ke sekolah ayah? Mau makan-makan ya. Kenapa dede gak diajak-
Huluh, makan-makan........wong dibilang mau ke sekolah kok makan-makan.
Sms ini nggak kubalas. Selang satu menit kemudian masuk sms lagi, masih dari Adit.
- bunda lagi apa? -
Kubiarkan.
Ada sms lagi.
- bunda pasti lagi febukan ya -
Lah 's' nya ilang.......mungkin maksudnya fesbuk.
Kubiarkan lagi.
Ketika sampai rumah,dede sedang manyun. Kata mbak dari pulang sekolah dede marah-marah.
" Kenapa manyun? " Tanyaku.
" Kenapa sms dede gak dibales? "
Oaalaaaaaah itu toh masalahnya.
" Tadi kan bunda riweuh, boro-boro mau bales sms. "Agian juga gak penting buat dibales kok" kataku.
" Ya penting atuh. Ayo pokoknya sekarang harus dibales" katanya.
" Bunda jawab langsung aja ya......bentar, tadi dede sms apa ya....." Kataku sambil mengeluarkan hp.
" Gak mau. Dede maunya dibales pake sms lagi"
Busyet ni cindil.
" Iya deh boss......ok" .
Kutulis sms balasan. Sengaja kubuat panjang, sekaligus menjawab semua sms nya.
" Udah tuh"
Kudengar hp dede berbunyi dan dia membaca keras-keras sms yang tadi kukirim. Huh parah ni bocah, ngapain juga harus sms.
Aku sedang mencuci piring ketika hp ku berbunyi. Telepon. Lho ngapain dede telepon. Kucari Adit,
" Apa?" Tanyaku.
" Terima dulu teleponnya!" Katanya sambil menunjuk hp ku. Loooooooh gimana sih......wong berhadapan gini kok ngomong haris lewat telepon.
" السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ , ada apa Aditya NarayanV" tanyaku.
" وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ , kenapa sms dede gak dibales?"
" Lho......tadi kan bunda balesin"
" Coba liat tadi dede sms nya berapa kali. Bunda baru bales sekali. Itu balesan ama dede yg mana?"
Aku mengernyitkan dahi. Apa sih?
" Maksudnya apa,de? Bunda udh bales semua pertanyaan dede. Coba liat, sms bunda panjang kan....." Jelasku.
" Itu namanya curang. Dede sms bunda 4x tapi bunda balesnya cuma sekali. Bunda harus bales 4x juga. Enak aja pulsa dede kepotong 4x, eh bunda cuma sekali. Dede gak mau tau, pokoknya bunda harus bales 4x juga. Itu baru adil namanya. Lagian tadi bunda bales sms yg no berapa.....dede bingung....." dia nyerocos gak karuan.
Ya اللّهُ ........aturan dari mana.....terserah aku kan mau bales berapa kali.....mau bales ato engga kan juga terserah aku. Aku langsung teriak.......ayaaaaaaaaaaaaaaaaah........
Video Mesum
dipy:
Gonjang-ganjing pemberitaan tentang beredarnya video"ajaib" yg diperankan oleh artis AP dan LM menjadi komsumsi publik setiap saat. Tidak hanya diberitakan oleh media cetak, tetapi juga oleh media televisi dan internet. Pemberitaan tersebut jelas bukan untuk konsumsi anak-anak di bawah umur, bahkan untuk anak-anak remaja sekalipun. Tetapi karena akses berita sudah sedemikian mudahnya, maka segala pemberitaan bisa cepat sampai ke semua orang. Begitu juga dengan berita video kedua artis tersebut.
Sore kemarin tiba-tiba aku dikejutkan oleh pertanyaan Adit.
" Bund, video mesum tuh apaan sih?"
Huluh.....أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ anak piyik nanya tentang video mesum. Hadooooooh mesti jawab apa ya?
" Video mesum? Apaan tuh? Bunda juga gak tau,de ," elakku.
" Bohong ah. Masa orang tua gak tau video mesum. Itu di TV tiap hari ada beritanya kok " kejarnya.
Tuh kan pasti video ajaib itu yg dia maksudm
" Gini aja deh, bunda cari dulu jawabannya.......besok dikasih tau nya. Oke?"
" Iya deh. Tapi harus dijawab ya" katanya.
" Oke, انشـــــاء الله "
Malamnya aku minta pendapat teman-teman tentang hal itu. Terbayang nggak gimana susahnya mencari definisi tentang video mesum untuk anak usia 6 tahun. Akhirnya ada ide, video mesum adalah video jahat. Lega deh.
Keesokan harinya, bangun tidur Adit menagih jawaban yg aku janjikan.
" Udah ketemu bund jawabannya?"
" Yups, video mesum itu video jahat, tentang penjahat yang harus dihukum....."
" O Ariel KDRT ke Luna Maya ya " tukasnya.
Hah?! KDRT?
" Suruh lapor aja ke Komnas Anak"n katanya enteng.
Busyet......KDRT......Komnas Anak.......apaan siiiiiiiiiiih.........HåLLaåaah:O *``°•.¸8-|:s GuUBrRaaåG!!!*``°•.X_X !!!^:&^:p^8-|^O:)... ....
Gonjang-ganjing pemberitaan tentang beredarnya video"ajaib" yg diperankan oleh artis AP dan LM menjadi komsumsi publik setiap saat. Tidak hanya diberitakan oleh media cetak, tetapi juga oleh media televisi dan internet. Pemberitaan tersebut jelas bukan untuk konsumsi anak-anak di bawah umur, bahkan untuk anak-anak remaja sekalipun. Tetapi karena akses berita sudah sedemikian mudahnya, maka segala pemberitaan bisa cepat sampai ke semua orang. Begitu juga dengan berita video kedua artis tersebut.
Sore kemarin tiba-tiba aku dikejutkan oleh pertanyaan Adit.
" Bund, video mesum tuh apaan sih?"
Huluh.....أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ anak piyik nanya tentang video mesum. Hadooooooh mesti jawab apa ya?
" Video mesum? Apaan tuh? Bunda juga gak tau,de ," elakku.
" Bohong ah. Masa orang tua gak tau video mesum. Itu di TV tiap hari ada beritanya kok " kejarnya.
Tuh kan pasti video ajaib itu yg dia maksudm
" Gini aja deh, bunda cari dulu jawabannya.......besok dikasih tau nya. Oke?"
" Iya deh. Tapi harus dijawab ya" katanya.
" Oke, انشـــــاء الله "
Malamnya aku minta pendapat teman-teman tentang hal itu. Terbayang nggak gimana susahnya mencari definisi tentang video mesum untuk anak usia 6 tahun. Akhirnya ada ide, video mesum adalah video jahat. Lega deh.
Keesokan harinya, bangun tidur Adit menagih jawaban yg aku janjikan.
" Udah ketemu bund jawabannya?"
" Yups, video mesum itu video jahat, tentang penjahat yang harus dihukum....."
" O Ariel KDRT ke Luna Maya ya " tukasnya.
Hah?! KDRT?
" Suruh lapor aja ke Komnas Anak"n katanya enteng.
Busyet......KDRT......Komnas Anak.......apaan siiiiiiiiiiih.........HåLLaåaah:O *``°•.¸8-|:s GuUBrRaaåG!!!*``°•.X_X !!!^:&^:p^8-|^O:)... ....
Kamis, 31 Desember 2009
Aditya Part 4: ....nembak Laika
dipy:
Pulang sekolah seperti biasa langsung heboh.
" Teteh mana?"
" belom pulang atuh. kenapa gitu?"
" Dede mau cerita ma Teteh"
" Udah cerita aja sekarang. Ntar kalo Teteh dateng, Dede cerita lagi"
" iya deh. Tapi sambil makan ya, laper"
Sambil makan meluncurlah cerita yg membuat aku ternganga-nganga.....
" tadi kan Dede lagi menggambar, digangguin terus sama Dafa. Jadi Bu Heri duduk deket Dede. Eh kata Dafa, Dede pacar bu Heri"
Hayaaaaaaaaaah, kumat maning deh ngomongin pacar.....
" Dede bilang bukan, Dede kan udah punya pacar. Dafa gak percaya. Ya udah Dede ke kursinya Laika. Dede bilang gini sama Laika..... Laika, Adit suka sama Laika. Laika mau gak jadi pacar Adit....."
HAH?!
" Terus Laikanya jawab apa?"
" Laikanya bilang gini........Gak mau ah Adit. Aku kan masih kecil, gak boleh pacaran sama Mamah. Nanti aja kalo udah gede........gitu katanya..."
" ...hahahaha.....lagian kamu aneh-aneh aja, masih piyik udah pacar-pacaran.....mendingan belajar nulis yg bener......biar tulisannya bagus, gak segede-gede gaban......" kataku.
" Terus temen-temen Dede ngetawain, nyorakin Dede....katanya Dede ditolak......."
" Terus?"
" Ah cuex aja Dede mah. Nazwa juga cantik kok. Kalo Laika gak mau ya udah, Dede bikin cinta aja sama Nazwa. Dasar Laika gak romantis ya,bund...." katanya tenang....
Astaghfirullaaaaaaaaaaaah.......apaan bikin cinta......romantis deui.....naon siiiiih.....
" gak ngerti ah, apaan bikin cinta.....terus romantis apaan?"
" ya pindah ke lain hati gitu,bund......Dede mau sama Nazwa aja sekarang sih......"
Walah........
" ...kalo romantis tuh duduk berdua....ngobrol....tukeran makanan......ah bunda mah payah...."
Kuraih hp, kupencet nomor.....Ayah. Gak kuaaaaaaaaaaaaaaaat...........antara pengen ketawa sama super khawatir.......
Pulang sekolah seperti biasa langsung heboh.
" Teteh mana?"
" belom pulang atuh. kenapa gitu?"
" Dede mau cerita ma Teteh"
" Udah cerita aja sekarang. Ntar kalo Teteh dateng, Dede cerita lagi"
" iya deh. Tapi sambil makan ya, laper"
Sambil makan meluncurlah cerita yg membuat aku ternganga-nganga.....
" tadi kan Dede lagi menggambar, digangguin terus sama Dafa. Jadi Bu Heri duduk deket Dede. Eh kata Dafa, Dede pacar bu Heri"
Hayaaaaaaaaaah, kumat maning deh ngomongin pacar.....
" Dede bilang bukan, Dede kan udah punya pacar. Dafa gak percaya. Ya udah Dede ke kursinya Laika. Dede bilang gini sama Laika..... Laika, Adit suka sama Laika. Laika mau gak jadi pacar Adit....."
HAH?!
" Terus Laikanya jawab apa?"
" Laikanya bilang gini........Gak mau ah Adit. Aku kan masih kecil, gak boleh pacaran sama Mamah. Nanti aja kalo udah gede........gitu katanya..."
" ...hahahaha.....lagian kamu aneh-aneh aja, masih piyik udah pacar-pacaran.....mendinga
" Terus temen-temen Dede ngetawain, nyorakin Dede....katanya Dede ditolak......."
" Terus?"
" Ah cuex aja Dede mah. Nazwa juga cantik kok. Kalo Laika gak mau ya udah, Dede bikin cinta aja sama Nazwa. Dasar Laika gak romantis ya,bund...." katanya tenang....
Astaghfirullaaaaaaaaaaaah.
" gak ngerti ah, apaan bikin cinta.....terus romantis apaan?"
" ya pindah ke lain hati gitu,bund......Dede mau sama Nazwa aja sekarang sih......"
Walah........
" ...kalo romantis tuh duduk berdua....ngobrol....tuker
Kuraih hp, kupencet nomor.....Ayah. Gak kuaaaaaaaaaaaaaaaat.......
Aditya Part 3: Khayalan Tingkat Tinggi (2)
dipy:
Ternyata setelah cerita meninggalnya Laika akibat tenggelam.....ada terusannya. Padahal kami bertiga masih tertawa.
" ...terus Dede nikah lagi sama Nazwa. Nah Dede ntar pindah kerjanya.....ke yg lebih bagus. Dede bisa beli mobil yg harganya 100M...."
" ...ember kaleeee....." sahut Fira.
" ....diem ah. Trus Nazwa kan ngajak Dede ke BSM. Nazwa minta beliin berlian. Dede beliin di "F" ( dede menyebut sebuah toko berlian yg ada di Bandung Super Mall)..... Dede beliin dong. Yg 2 juta karat....."
" ...mana ada 2 juta karat......sekarat kali ah...." Fira iseng.
" ....bundaaaaaaaaa.....suruh diem tetehnya....."
" ....udah teh diem dulu....." ternyata ayah juga penasaran akan kelanjutan cerita Dede.
" ....terus Dede beliin ikan di karapitan.......ikan arwana yg harganya 14 juta...."
" ...ikan yg mana 14 juta, De ?" tanya ayah.
" ...yg akuariumnya di dalem....yg gold....dede kan waktu itu tanya sama si Oomnya..."
" ...udah atuh ayah, jangan dipotong dulu...." sekarang giliran aku yg gak sabar. " terus gimana, De?"
" ....terus pulang. Tas nya Nazwa Dede yg bawa. Jadi Dede ribet, bawa tasnya Nazwa sama bawa kantong ikan.....tapi gak apa-apa lah ribet, kan Dede sayang ma Nazwa..."
hayah.....ya iya sayang....dibeliin berlian....dibeliin ikan 14 juta....tasnya dibawain.....
" ...tas sama kantong ikannya Dede taro di bagasi.....eh terus ada perampokan, tas yg ada berliannya diambil sama penjahatnya. Terus kantong ikannya di kampak....."
lho....lho....lho.....kok kantong ikan dikampak.......
" ...ikannya terus loncat ke depan......eh terus Nazwa nya dimakan sama ikan itu......mati lagi deh...."
" ...terus Dede nya kawin lagi deh......" kata Fira.
hahahahahahahahahah.......tawa kami meledak lagi.....
" ...De mana ada Arwana makan orang......ada juga Piranha tau...." jelas Fira.
" di karapitan gak ada yg jual ikan piranha......adanya arwana....."
" ...dimakan tukul kali ah..." kata ayah sambil ngeloyor pergi.
halaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah.........ini gimana sih Adit.......
Ternyata setelah cerita meninggalnya Laika akibat tenggelam.....ada terusannya. Padahal kami bertiga masih tertawa.
" ...terus Dede nikah lagi sama Nazwa. Nah Dede ntar pindah kerjanya.....ke yg lebih bagus. Dede bisa beli mobil yg harganya 100M...."
" ...ember kaleeee....." sahut Fira.
" ....diem ah. Trus Nazwa kan ngajak Dede ke BSM. Nazwa minta beliin berlian. Dede beliin di "F" ( dede menyebut sebuah toko berlian yg ada di Bandung Super Mall)..... Dede beliin dong. Yg 2 juta karat....."
" ...mana ada 2 juta karat......sekarat kali ah...." Fira iseng.
" ....bundaaaaaaaaa.....suru
" ....udah teh diem dulu....." ternyata ayah juga penasaran akan kelanjutan cerita Dede.
" ....terus Dede beliin ikan di karapitan.......ikan arwana yg harganya 14 juta...."
" ...ikan yg mana 14 juta, De ?" tanya ayah.
" ...yg akuariumnya di dalem....yg gold....dede kan waktu itu tanya sama si Oomnya..."
" ...udah atuh ayah, jangan dipotong dulu...." sekarang giliran aku yg gak sabar. " terus gimana, De?"
" ....terus pulang. Tas nya Nazwa Dede yg bawa. Jadi Dede ribet, bawa tasnya Nazwa sama bawa kantong ikan.....tapi gak apa-apa lah ribet, kan Dede sayang ma Nazwa..."
hayah.....ya iya sayang....dibeliin berlian....dibeliin ikan 14 juta....tasnya dibawain.....
" ...tas sama kantong ikannya Dede taro di bagasi.....eh terus ada perampokan, tas yg ada berliannya diambil sama penjahatnya. Terus kantong ikannya di kampak....."
lho....lho....lho.....kok kantong ikan dikampak.......
" ...ikannya terus loncat ke depan......eh terus Nazwa nya dimakan sama ikan itu......mati lagi deh...."
" ...terus Dede nya kawin lagi deh......" kata Fira.
hahahahahahahahahah.......
" ...De mana ada Arwana makan orang......ada juga Piranha tau...." jelas Fira.
" di karapitan gak ada yg jual ikan piranha......adanya arwana....."
" ...dimakan tukul kali ah..." kata ayah sambil ngeloyor pergi.
halaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Aditya Part 3 : Khayalan Tingkat Tinggi (1)
dipy:
Tadi siang, 27 November 2009 sekitar pk.10.00.
Ayah minta dipijitin betis, Fira asyik main nitendo n Adit asyik loncat-lonat gak keruan.
" kalo udah lulus TK....SD ya....." kata Adit.
" iya terus SMP....." jawab Fira.
" diem....diem....Dede aja yg ngomong. Abis TK...SD....terus SMP....terus SMA....terus kuliah.....terus kerja.....terus naik umroh....."
" ....naik haji....kalo umroh ya umroh aja.....gak pake naik....." kata ayah.
" ...terserah Dede ah......terus naik haji.....terus pensiun.....terus nikah....." katanya.
" ...hahahaha.......berarti nanti Dede punya istrinya setelah jadi kakek-kakek....." kata Fira.
" .....eh iya salah......nikah dulu ya....baru terakhirnya pensiun...."
" ...emang Dede mau nikah sama siapa? " ..tanyaku iseng. Kurasakan ayah mencubit pinggangku mendengar pertanyaanku.
" sama Laika dong. Nanti kan Dede kerja di ."..." (dede menyebutkan sebuah perusahaan besar) ....mobilnya kayak gini nih.....(dia menunjukkan mobil-mobilan yg sedang dipegangnya) ...harganya 1M..."
halah......mulai deh mengkhayal.....
" ....nanti Dede ajak Laika bulan madu ke Singapur......"
" ....bulan madu tuh apaan?" sekarang ayah yg bertanya.
" ....ya liburan .....berdua aja sama istri......" .....aku menahan tawa.....dia tau bulan madu segala dari mana ya?
" ..deket amat bulan madunya. Yg jauh dong....kemana gitu...."
" ....ya udah ke Papua aja.....disana ada pantai kan...?"
Aku, ayah dan Fira saling berpandangan......gak ke singapur kok malah ke papua.
" nanti Dede ma Laika berjemur......wah pokoknya asyik deh.....terus Laika nya berenang....terus Laika nya tenggelam....terus...."
" .....ditolongin...." kata Fira.
" ...bukaaaaaan......diem atuh Teteh..... terus Laikanya meninggal.....ya udah Dede kawin lagi..." katanya tenang.
Sekarang kami benar2-benar tertawa terbahak-bahak......wakakakak.......anak bayi udah mikirin mau kawin lagi....
Kulihat ayah menyurukkan wajahnya ke bantal.......gak kuat menahan ketawa.....
Astaghfirullah Dedeeeeeeeeeeeeeeeeeeee...........
Tadi siang, 27 November 2009 sekitar pk.10.00.
Ayah minta dipijitin betis, Fira asyik main nitendo n Adit asyik loncat-lonat gak keruan.
" kalo udah lulus TK....SD ya....." kata Adit.
" iya terus SMP....." jawab Fira.
" diem....diem....Dede aja yg ngomong. Abis TK...SD....terus SMP....terus SMA....terus kuliah.....terus kerja.....terus naik umroh....."
" ....naik haji....kalo umroh ya umroh aja.....gak pake naik....." kata ayah.
" ...terserah Dede ah......terus naik haji.....terus pensiun.....terus nikah....." katanya.
" ...hahahaha.......berarti nanti Dede punya istrinya setelah jadi kakek-kakek....." kata Fira.
" .....eh iya salah......nikah dulu ya....baru terakhirnya pensiun...."
" ...emang Dede mau nikah sama siapa? " ..tanyaku iseng. Kurasakan ayah mencubit pinggangku mendengar pertanyaanku.
" sama Laika dong. Nanti kan Dede kerja di ."..." (dede menyebutkan sebuah perusahaan besar) ....mobilnya kayak gini nih.....(dia menunjukkan mobil-mobilan yg sedang dipegangnya) ...harganya 1M..."
halah......mulai deh mengkhayal.....
" ....nanti Dede ajak Laika bulan madu ke Singapur......"
" ....bulan madu tuh apaan?" sekarang ayah yg bertanya.
" ....ya liburan .....berdua aja sama istri......" .....aku menahan tawa.....dia tau bulan madu segala dari mana ya?
" ..deket amat bulan madunya. Yg jauh dong....kemana gitu...."
" ....ya udah ke Papua aja.....disana ada pantai kan...?"
Aku, ayah dan Fira saling berpandangan......gak ke singapur kok malah ke papua.
" nanti Dede ma Laika berjemur......wah pokoknya asyik deh.....terus Laika nya berenang....terus Laika nya tenggelam....terus...."
" .....ditolongin...." kata Fira.
" ...bukaaaaaan......diem atuh Teteh..... terus Laikanya meninggal.....ya udah Dede kawin lagi..." katanya tenang.
Sekarang kami benar2-benar tertawa terbahak-bahak......wakaka
Kulihat ayah menyurukkan wajahnya ke bantal.......gak kuat menahan ketawa.....
Astaghfirullah Dedeeeeeeeeeeeeeeeeeeee...
Aditya Part 2: ....DM.....
dipy:
Pagi-pagi sudah heboh.....
"....hari ini Dede gak mau sekolah.....anterin ke Lab...."
" ...lab apa..."
" ....laboratorium....pokoknya harus sekarang....."
"....jadwal bunda kan hari Sabtu.....siapa yg mau diperiksa darah..?"
" ...Dede. Pokoknya gawat.....harus sekarang......"
" ...iya tapi kenapa?"."
" ...Dede kena DM"
" ...DM apaan?"
" ...Diabetes Melitus....Pokoknya buruan mandi, terus langsung ke lab"
" ...Diabetes Melitus tuh apa....."
" ....kencing manis......itu kayak penyakitnya mbah...."
"....sebentar, gimana urusannya tiba-tiba Dede kena kencing manis. Lagian kamu jangan sok tau. Dede tau DM segala dari mana...."
" ....Dede kalo malem suka pipis aja,bund.......denger kan Dede bolak balik ke kamer mandi.....itu gejala DM...."
wakakakak...........
" ...gejala tuh apaan?" tanyaku geli.
" ...gejala tuh tanda-tanda......kalo sering kencing malem-malem....itu tandanya kita DM..." katanya sotoy.
" ....itu kata siapa...."
" ...Dede denger waktu mbah cerita ke mbah haji.....katanya begitu....udah atuh buruan.....gak kasian apa anaknya kena DM.....nanti Dede kakinya dipotong ...gimana coba....."
Astaghfirullah.......tobat deh ni cindil......
" ...kok dipotong....."
" ...kalo Dede jatoh terus lututnya berdarah......ntar lukanya gak sembuh2.....ntar kaki Dede harus dipotong.....bunda mau Dede kalinya dipotong? ...makanya buruaaaaaaaaaaaaaan....."
hahahahah......
" ...tuh malah ketawa......huuuuuuuaaaaaahuaaaaaa......gak sayang banget sih sama anak.....nanti kalo anaknya meninggal gimana......huhuhuhu....." ....wah, malah nangis......
kupeluk dia.....
" ....ssst.....dengerin.....belom tentu Dede kena DM....walaupun Dede sering pipis malem-malem. Kan sebelum tidur Dede minum susu......terus kan sekarang kalau malem udaranya dingin.....itu yg bikin Dede sering pipis......"
"....ya tapi tetep Dede harus diperiksa.......itu penyakit keturunan tau......Dede kan cucunya mbah....jadi Dede pasti kena......"
" ...ya enggak atuh......"
" ....ato Dede ganti mbah aja ya....?"
kruuuciiiiiiiiil...........whadoooooooooow.........pingsan deh gw. Kayaknya dia nguping pembicaraan bapak tentang penyakit beliau. Wah.....warning untuk semua orang nih....dilarang ngomong sembarangan di deket Dede.......gaswat......
Pagi-pagi sudah heboh.....
"....hari ini Dede gak mau sekolah.....anterin ke Lab...."
" ...lab apa..."
" ....laboratorium....pokokn
"....jadwal bunda kan hari Sabtu.....siapa yg mau diperiksa darah..?"
" ...Dede. Pokoknya gawat.....harus sekarang......"
" ...iya tapi kenapa?"."
" ...Dede kena DM"
" ...DM apaan?"
" ...Diabetes Melitus....Pokoknya buruan mandi, terus langsung ke lab"
" ...Diabetes Melitus tuh apa....."
" ....kencing manis......itu kayak penyakitnya mbah...."
"....sebentar, gimana urusannya tiba-tiba Dede kena kencing manis. Lagian kamu jangan sok tau. Dede tau DM segala dari mana...."
" ....Dede kalo malem suka pipis aja,bund.......denger kan Dede bolak balik ke kamer mandi.....itu gejala DM...."
wakakakak...........
" ...gejala tuh apaan?" tanyaku geli.
" ...gejala tuh tanda-tanda......kalo sering kencing malem-malem....itu tandanya kita DM..." katanya sotoy.
" ....itu kata siapa...."
" ...Dede denger waktu mbah cerita ke mbah haji.....katanya begitu....udah atuh buruan.....gak kasian apa anaknya kena DM.....nanti Dede kakinya dipotong ...gimana coba....."
Astaghfirullah.......tobat
" ...kok dipotong....."
" ...kalo Dede jatoh terus lututnya berdarah......ntar lukanya gak sembuh2.....ntar kaki Dede harus dipotong.....bunda mau Dede kalinya dipotong? ...makanya buruaaaaaaaaaaaaaan....."
hahahahah......
" ...tuh malah ketawa......huuuuuuuaaaaaa
kupeluk dia.....
" ....ssst.....dengerin.....
"....ya tapi tetep Dede harus diperiksa.......itu penyakit keturunan tau......Dede kan cucunya mbah....jadi Dede pasti kena......"
" ...ya enggak atuh......"
" ....ato Dede ganti mbah aja ya....?"
kruuuciiiiiiiiil..........
Aditya Part 1: ....lulus Tk nikah....
dipy:
Pulang sekolah Adit ribut pamer nilai.
" Dede dapet nilai A+.....tadi disuruh baca bener semua....keren kan...."
" Kalo menulis.....mana bukunya..." ...kubuka tas nya dan kucari buku dikte. OMG.......C untuk tulisan yg memang segede-gede gaban......
" kok cuma dapet C sih? makanya tulisannya dikecilin....jangan segede-gede gajah gini...."
" ...ah serba salah. Kalau Dede nulis kecil-kecil, diprotes juga....katanya tulisannya segede-gede kuman....jadi harus gimana atuh Dede teh.....pusing. Itu mah bu gurunya aja yg sentimen ma Dede..."
Sentimen?!
" ...sentimen....apaan...."
" ...iya bu guru gak suka sama Dede soalnya Dede gak mau jadi pacar bu guru...."
" hush.....pacar...pacar.....apaan sih.... De, pokoknya Dede harus latihan nulis. Yg rapi, hurufnya sedeng aja .....kalo tulisannya masih jelek ntar gak bisa ngelanjutin ke SD"
" ...ya biarin aja ...kalo Dede gak bisa ngelanjutin ke SD, Dede mau nikah aja..." katanya tenang.
APA?!? NIKAH?!?
" ...eeeeh....nikah tuh apa.....?"
" ...nikah ya nikah....punya istri, bundaaaaaaaaaaaa......."
" Emang Dede mau nikah sama siapa?" pancingku.
" ...ya sama siapa aja yg mau....temen Dede yg gak bisa ngelanjutin ke SD juga....atau siapa gitu...."
" ...idih......kalo udah punya istri kan harus ngasih uang, beliin baju, beli beras......"
" ...ya gampang atuh....ntar Dede nyari kerja....pokoknya Dede pasti bertanggungjawab.....bunda tenang aja...."katanya sambil menepuk-nepuk bahuku dg gaya yg meyakinkan.
Ayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah...................Dede niiiiiiiiiiiiiiih.................Gubrax!!!!!
Pulang sekolah Adit ribut pamer nilai.
" Dede dapet nilai A+.....tadi disuruh baca bener semua....keren kan...."
" Kalo menulis.....mana bukunya..." ...kubuka tas nya dan kucari buku dikte. OMG.......C untuk tulisan yg memang segede-gede gaban......
" kok cuma dapet C sih? makanya tulisannya dikecilin....jangan segede-gede gajah gini...."
" ...ah serba salah. Kalau Dede nulis kecil-kecil, diprotes juga....katanya tulisannya segede-gede kuman....jadi harus gimana atuh Dede teh.....pusing. Itu mah bu gurunya aja yg sentimen ma Dede..."
Sentimen?!
" ...sentimen....apaan...."
" ...iya bu guru gak suka sama Dede soalnya Dede gak mau jadi pacar bu guru...."
" hush.....pacar...pacar....
" ...ya biarin aja ...kalo Dede gak bisa ngelanjutin ke SD, Dede mau nikah aja..." katanya tenang.
APA?!? NIKAH?!?
" ...eeeeh....nikah tuh apa.....?"
" ...nikah ya nikah....punya istri, bundaaaaaaaaaaaa......."
" Emang Dede mau nikah sama siapa?" pancingku.
" ...ya sama siapa aja yg mau....temen Dede yg gak bisa ngelanjutin ke SD juga....atau siapa gitu...."
" ...idih......kalo udah punya istri kan harus ngasih uang, beliin baju, beli beras......"
" ...ya gampang atuh....ntar Dede nyari kerja....pokoknya Dede pasti bertanggungjawab.....bunda
Ayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Rahasia Antar Laki-laki
dipy:
Siang itu kudengar Adit berbisik-bisik di telepon.
" Ayah lagi ngapain?"
" Oh....iya. Dede mau cerita.Guru ngaji Dede yg baru cantiiiiiiiiiiiiiik banget,Yah. Keturunan arab. Ayah tau kan keturunan Arab......"
" ....enggak ini mah putih kulitnya, hidungnya mancung.....cantik lah pokok nya sih..."
" ...Dede naksir , Yah....hahahaha...."
Hah....naksir guru ngaji?! Busyet anak gw!!
" Apa......o ayah pengen dikenalin......boleh...boleh.....ntar ayah jemput Dede TPA ya. Tapi jangan bilang bunda.....nanti marah..."
" ...iya tutup dulu ya...."
" Ehm......."
" Eh bunda......bikin kaget aja....untung lem jantung Dede superpower....jadi jantungku gak copot deh..."
Superpower....lem......naon deui siiiiih......
" abis telepon siapa,De?" tanyaku.
" telepon ayah"
" oooo.....ngomongin apa....kok serius banget?"
" gak ngomongin apa-apa kok,,,,,cuma nanya pulangnya jam berapa..."
yey....ngeles.
"...boong ah...." kataku.
" ...udahlah....ini rahasia antar laki-laki..." katanya tenang sambil ngeloyor.
Weleh....rahasia antar laki-laki? Aku hampir tersedak menahan tawa. Tobaaaat.....gayanya itu loh.....anak TK kayak begini......ampyuuuuun.......
Malamnya ayah cerita soal telepon Dede sambil tertawa.
" Dede mo ngenalin ayah ma guru ngajinya. Katanya bunda jangan tau...."
" Iya tadi juga bunda nguping..."
" Kok bisa ya anak segede upil gitu naksir orang dewasa?" ayah mengguman.
" awasi kalo dia nonton TV,bun......siapa tau dia nyuri-nyuri nonton sinetron. Atau tanya bu gurunya di sekolah.Kacau ni anak....." kata ayah.
" Iya. Ayah ajak dia ngobrol gih. pancing aja..." kataku.
Ya ampuuuun........jadi stress deh. Bayangin....anak 5 tahun.....gimana ntar gedenya.......kayaknya otaknya kudu gw cuci nih....
Siang itu kudengar Adit berbisik-bisik di telepon.
" Ayah lagi ngapain?"
" Oh....iya. Dede mau cerita.Guru ngaji Dede yg baru cantiiiiiiiiiiiiiik banget,Yah. Keturunan arab. Ayah tau kan keturunan Arab......"
" ....enggak ini mah putih kulitnya, hidungnya mancung.....cantik lah pokok nya sih..."
" ...Dede naksir , Yah....hahahaha...."
Hah....naksir guru ngaji?! Busyet anak gw!!
" Apa......o ayah pengen dikenalin......boleh...bol
" ...iya tutup dulu ya...."
" Ehm......."
" Eh bunda......bikin kaget aja....untung lem jantung Dede superpower....jadi jantungku gak copot deh..."
Superpower....lem......nao
" abis telepon siapa,De?" tanyaku.
" telepon ayah"
" oooo.....ngomongin apa....kok serius banget?"
" gak ngomongin apa-apa kok,,,,,cuma nanya pulangnya jam berapa..."
yey....ngeles.
"...boong ah...." kataku.
" ...udahlah....ini rahasia antar laki-laki..." katanya tenang sambil ngeloyor.
Weleh....rahasia antar laki-laki? Aku hampir tersedak menahan tawa. Tobaaaat.....gayanya itu loh.....anak TK kayak begini......ampyuuuuun....
Malamnya ayah cerita soal telepon Dede sambil tertawa.
" Dede mo ngenalin ayah ma guru ngajinya. Katanya bunda jangan tau...."
" Iya tadi juga bunda nguping..."
" Kok bisa ya anak segede upil gitu naksir orang dewasa?" ayah mengguman.
" awasi kalo dia nonton TV,bun......siapa tau dia nyuri-nyuri nonton sinetron. Atau tanya bu gurunya di sekolah.Kacau ni anak....." kata ayah.
" Iya. Ayah ajak dia ngobrol gih. pancing aja..." kataku.
Ya ampuuuun........jadi stress deh. Bayangin....anak 5 tahun.....gimana ntar gedenya.......kayaknya otaknya kudu gw cuci nih....
Gak Punya Rasa Kemaluan........HAH?!?!?!
dipy:
Adit.........again!
Haduh ni anak ada aja masalahnya. Tadi siang, begitu jam anak-anak pulang sekolah terdengar suara pintu mobil dibanting dan tangisan yg sangat keras. Suara Adit....
" Hua......hua.....huaaaaaaaaaaaaaa..........."
" Kenapa,De?"
Jangankan terdengar jawaban...tiba-tiba ada sepatu menghantam pintu kamar.
" Dede kenapa,Teh?" tanyaku ke Fira. Fira hanya mengangkat bahu sambil menyeret tas masuk ke kamarnya.
Aku masuk ke kamar Adit. Dia sedang kalap. Sambil menangis dia mencopot kaus kaki dan melemparkannya....mencopot seragam dan melemparkannya. Dia terus menangis sambil mengambil pakaian ganti di lemari dan memakainya.
" Dede kenapa?"
" Pipi Dede dijilat Alvin!" teriaknya.
" Kok dijilat? emang kenapa?"
" Gak tau!" jawabnya ketus sambil terus menangis. Dia naik ke tempat tidur dan meninju bantal.
" Nggak mungkin dong Alvin jilat pipi Dede. Itu kan jorok, pipi kan kotor"
" Dede mau makan!" dia masih berteriak, tapi tangisnya mulai reda.
Aku keluar kamar untuk mengambil makan. Kulihat Agus membawa tas Dede dan masuk ke kamar Adit....
" Jangan masuk kamar Dede.!" kudengar teriakan Adit. Agus mundur.
" Tadi kenapa di sekolah?" tanyaku.
" Nggak tau,bu. Tadi di mobil juga manyun aja. Bete" jawab Agus.
Sambil makan, Adit curhat....
" Dede kesel sama Oom Agus. Masa dia enak-enakan maen sama anaknya bi Nining. Tadi dibawa ke sekolah Dede. Dituntun-tuntun lagi. Oom Agus udah gak mau dengerin omongan Dede. Malah nurut sama anak itu. Dede sebel. Sebenernya siapa coba bossnya.....Dede atau anak itu?"
Lah......kok?! Katanya dijilat Alvin? Kok jadi nyambung ke anaknya Bi Nining. Bi Nining adalah orang yg biasa menyetrika dan mencuci serta mengepel di rumah. Anaknya seumuran Adit, tapi belum sekolah. Tadi memang anak ini ikut Agus menjemput Fira dan Adit ke sekolah.
" Apaan tuh bos....bos...?" tanyaku.
" iya....Oom Agus kan kerja sama Dede....bukan sama anaknya Bi Nining...."
" Eh....emang Dede yang bayar Oom Agus?"
" Ya bukan, tapi kan tugas Oom Agus kan ngurusin Dede. Kenapa sekarang Oom Agus malah ngurusin anak itu?"
" Ngurusin gimana?"
" Bayangiiiiiiiiiiiiiiiiiiin.........tadi dia duduk didepan. Oom Agus bukannya nungguin Dede di sekolah eh malah pulang. Pasti tadi Oom Agus maen terus sama anak itu"
" Enggak.....tadi Oom Agus disuruh bayar rekemimg listrik sama ke Telkom kok"
Aku mulai meraba arahnya. Ternyata yg bikin Adit kalap tuh ya ini.....jealous sama anaknya Bi Nining.
" Dede, apaan tuh anak itu....anak itu.....anaknya Bi Nining kan punya nama. Itu gak sopan"
" Biarin aja .....Dede nggak sopannya sekarang aja kok....Dede lagi kesel...."
" Nggak boleh gitu. Jelek tau"
Adit diam dan meneruskan makan.
" Sekarang Dede mau tes Oom Agus, biar ketauan dia masih nurut nggak ke Dede..... Oooooom anterin Dede ke toko Dinda"....katanya.
" Yuk!" kata Agus.
Anak Bi Nining mengikuti dari belakang.
" Gak boleh ikut!" kata Adit.
" Sini...."kataku memanggil Feri, anak Bi Nining. Adit,Fira dan Agus pergi, kusuruh Bi Nining menyiapkan makan untuk Feri.
Setengah jam kemudian anak-anak pulang. Kulihat Adit melirik sebal kepada Feri yg sedang makan sebelum masuk kamar.
Tiba-tiba Fira menarik tanganku ke kamarnya.
" Tadi Dede marah ke Oom Agus......sambil tangannya di pinggang Dede ngomong gini ' Oom Agus nggak takut apa kalo gajinya dipotong?. Kata Oom Agus ...ya gak papa . Trus Dede ngomong lagi .....nggak takut apa kalo dipecat? ....Oom Agus bilang...ya kalo dipecat Oom mau pulang lagi aja ke Cirebon. Oom Agus sambil ketawa-ketawa. Eh Dede malah marah-marah. Manyun terus tadi..."
" Dede bilang gitu?"
" Iya"
Waduh, ni anak apa-apaan sih.
Kucari Agus. Aku ceritakan semua kejengkelan Adit dan minta Agus memahami perlakuan Adit.
" Ya ampun ibuuuuuuuuuu......itu toh yg bikin Dede ngamuk-ngamuk.....dari tadi saya nggak ngerti,bu....Teteh Fira juga bingung....iya bu gak apa-apa, namanya juga anak kecil...."
Deuih ni krucil, kesal juga aku. Kucari dia ke kamarnya. Dia sedang tengkurap membuka-buka buku.
" Dede, tadi bilang apa sama Oom Agus? Nggak sopan tau. Dede mau Oom Agus berhenti kerja? Siapa nanti yg nganter Dede ke sekolah kalo Oom Agus berhenti kerja? Siapa yg nemenin Dede maen sepeda?"
" Abis Dede kesel.....kok Oom Agus malah ngurusin anaknya Bi Nining terus"
" Terus? Kata siapa Oom Agus ngurusin anaknya Bi Nining terus? Kalo iya, tadi Dede nggak dijemput ke sekolah. Tadi Dede nggak dianter ke toko Dinda. Ayo sana minta maaf ke Oom Agus. Awas juga kalo diulangi lagi "
" Iya" dia ngeloyor keluar kamar. Tak lama kemudian dia kembali masuk ke kamar.
" Itu si Feri gak punya rasa kemaluan ya. Masa makan dirumah orang berantakan gitu"
Upz.....gak punya rasa kemaluan? Kutahan tawa.
" Nggak punya rasa malu.....bukan nggak punya rasa kemaluan...." ralatku.
" Lagian ya nggak apa-apa kalo berantakan sedikit, kan Feri masih anak-anak. Sama aja kan Dede juga kalau makan masih berantakan"
" Tapi kan Dede makannya di rumah sendiri"
Au ah,De. Puyeng!PR lagi nih....memberi pengertian, menghilangkan sifat jealous dan yg paling penting....mendidik agar tetap menghormati Agus. Kalo dia berhenti kerja, ntar malah tambah repot.
Adit.........again!
Haduh ni anak ada aja masalahnya. Tadi siang, begitu jam anak-anak pulang sekolah terdengar suara pintu mobil dibanting dan tangisan yg sangat keras. Suara Adit....
" Hua......hua.....huaaaaaaa
" Kenapa,De?"
Jangankan terdengar jawaban...tiba-tiba ada sepatu menghantam pintu kamar.
" Dede kenapa,Teh?" tanyaku ke Fira. Fira hanya mengangkat bahu sambil menyeret tas masuk ke kamarnya.
Aku masuk ke kamar Adit. Dia sedang kalap. Sambil menangis dia mencopot kaus kaki dan melemparkannya....mencopot
" Dede kenapa?"
" Pipi Dede dijilat Alvin!" teriaknya.
" Kok dijilat? emang kenapa?"
" Gak tau!" jawabnya ketus sambil terus menangis. Dia naik ke tempat tidur dan meninju bantal.
" Nggak mungkin dong Alvin jilat pipi Dede. Itu kan jorok, pipi kan kotor"
" Dede mau makan!" dia masih berteriak, tapi tangisnya mulai reda.
Aku keluar kamar untuk mengambil makan. Kulihat Agus membawa tas Dede dan masuk ke kamar Adit....
" Jangan masuk kamar Dede.!" kudengar teriakan Adit. Agus mundur.
" Tadi kenapa di sekolah?" tanyaku.
" Nggak tau,bu. Tadi di mobil juga manyun aja. Bete" jawab Agus.
Sambil makan, Adit curhat....
" Dede kesel sama Oom Agus. Masa dia enak-enakan maen sama anaknya bi Nining. Tadi dibawa ke sekolah Dede. Dituntun-tuntun lagi. Oom Agus udah gak mau dengerin omongan Dede. Malah nurut sama anak itu. Dede sebel. Sebenernya siapa coba bossnya.....Dede atau anak itu?"
Lah......kok?! Katanya dijilat Alvin? Kok jadi nyambung ke anaknya Bi Nining. Bi Nining adalah orang yg biasa menyetrika dan mencuci serta mengepel di rumah. Anaknya seumuran Adit, tapi belum sekolah. Tadi memang anak ini ikut Agus menjemput Fira dan Adit ke sekolah.
" Apaan tuh bos....bos...?" tanyaku.
" iya....Oom Agus kan kerja sama Dede....bukan sama anaknya Bi Nining...."
" Eh....emang Dede yang bayar Oom Agus?"
" Ya bukan, tapi kan tugas Oom Agus kan ngurusin Dede. Kenapa sekarang Oom Agus malah ngurusin anak itu?"
" Ngurusin gimana?"
" Bayangiiiiiiiiiiiiiiiiiiin
" Enggak.....tadi Oom Agus disuruh bayar rekemimg listrik sama ke Telkom kok"
Aku mulai meraba arahnya. Ternyata yg bikin Adit kalap tuh ya ini.....jealous sama anaknya Bi Nining.
" Dede, apaan tuh anak itu....anak itu.....anaknya Bi Nining kan punya nama. Itu gak sopan"
" Biarin aja .....Dede nggak sopannya sekarang aja kok....Dede lagi kesel...."
" Nggak boleh gitu. Jelek tau"
Adit diam dan meneruskan makan.
" Sekarang Dede mau tes Oom Agus, biar ketauan dia masih nurut nggak ke Dede..... Oooooom anterin Dede ke toko Dinda"....katanya.
" Yuk!" kata Agus.
Anak Bi Nining mengikuti dari belakang.
" Gak boleh ikut!" kata Adit.
" Sini...."kataku memanggil Feri, anak Bi Nining. Adit,Fira dan Agus pergi, kusuruh Bi Nining menyiapkan makan untuk Feri.
Setengah jam kemudian anak-anak pulang. Kulihat Adit melirik sebal kepada Feri yg sedang makan sebelum masuk kamar.
Tiba-tiba Fira menarik tanganku ke kamarnya.
" Tadi Dede marah ke Oom Agus......sambil tangannya di pinggang Dede ngomong gini ' Oom Agus nggak takut apa kalo gajinya dipotong?. Kata Oom Agus ...ya gak papa . Trus Dede ngomong lagi .....nggak takut apa kalo dipecat? ....Oom Agus bilang...ya kalo dipecat Oom mau pulang lagi aja ke Cirebon. Oom Agus sambil ketawa-ketawa. Eh Dede malah marah-marah. Manyun terus tadi..."
" Dede bilang gitu?"
" Iya"
Waduh, ni anak apa-apaan sih.
Kucari Agus. Aku ceritakan semua kejengkelan Adit dan minta Agus memahami perlakuan Adit.
" Ya ampun ibuuuuuuuuuu......itu toh yg bikin Dede ngamuk-ngamuk.....dari tadi saya nggak ngerti,bu....Teteh Fira juga bingung....iya bu gak apa-apa, namanya juga anak kecil...."
Deuih ni krucil, kesal juga aku. Kucari dia ke kamarnya. Dia sedang tengkurap membuka-buka buku.
" Dede, tadi bilang apa sama Oom Agus? Nggak sopan tau. Dede mau Oom Agus berhenti kerja? Siapa nanti yg nganter Dede ke sekolah kalo Oom Agus berhenti kerja? Siapa yg nemenin Dede maen sepeda?"
" Abis Dede kesel.....kok Oom Agus malah ngurusin anaknya Bi Nining terus"
" Terus? Kata siapa Oom Agus ngurusin anaknya Bi Nining terus? Kalo iya, tadi Dede nggak dijemput ke sekolah. Tadi Dede nggak dianter ke toko Dinda. Ayo sana minta maaf ke Oom Agus. Awas juga kalo diulangi lagi "
" Iya" dia ngeloyor keluar kamar. Tak lama kemudian dia kembali masuk ke kamar.
" Itu si Feri gak punya rasa kemaluan ya. Masa makan dirumah orang berantakan gitu"
Upz.....gak punya rasa kemaluan? Kutahan tawa.
" Nggak punya rasa malu.....bukan nggak punya rasa kemaluan...." ralatku.
" Lagian ya nggak apa-apa kalo berantakan sedikit, kan Feri masih anak-anak. Sama aja kan Dede juga kalau makan masih berantakan"
" Tapi kan Dede makannya di rumah sendiri"
Au ah,De. Puyeng!PR lagi nih....memberi pengertian, menghilangkan sifat jealous dan yg paling penting....mendidik agar tetap menghormati Agus. Kalo dia berhenti kerja, ntar malah tambah repot.
Belajar Jadi Imam
dipy:
Fira dan Adit tiap sore belajar di TPA. Daripada mereka jadi patung di depan TV, mendingan belajar mengaji di TPA. Selain belajar mengaji, mereka juga diajarkan sholat, akhlak dan sejenisnya.
Sore itu mereka pulang dari TPA dengan heboh. Fira masuk rumah sambil tertawa terpingkal-pingkal dan langsung ngusruk di kursi sambil terus tertawa. Adit mengikuti dari belakang dengan wajah bete. Agus masuk sambil menenteng tas anak2 juga sambil tersenyum. Ada apa ya?
" Kok heboh......ada apa?" tanyaku.
" Dede Adit tuh......hahahah......" kata Fira sambil terus tertawa.
" Kenapa,De?"
" Tapi janji ya kalo Dede belom selesai cerita jangan ada yang ketawa...." jawabnya.
" Bentar,De.....teteh ketawa dulu....hahahah....." kata Fira. Tiba-tiba Agus juga ketawa.
" Apa sih,Gus?"
" Biar Dede aja yg cerita,bu" kata Agus.
" Ayo,De cerita. Apa yang lucu?"
" Awas ya jangan ada yg ketawa dulu......." ancamnya. Kulihat Fira menyembunyikan wajahnya dibalik bantal kursi, menahan ketawa. Jadi tambah penasaran nih....
" Tadi kan Dede sholat ya......kata Bu Ros Dede bagian jadi imam. Makmumnya anak-anak cewek...."
" Kok cuma anak-anak cewek......emang anak-anak cowok yang laen pada kemana?" tanyaku.
" Kan mereka udah gede-gede.......Dede kan masih kecil......jadi Dede barengnya sama yang anak-anak cewek. Tadi kan sholat Ashar ya......4 rokaat kan.....Bu Tati duduk di sebelah Dede. Ngasih tau Dede harus gimana ....harus baca apa......Nah pas rokaat yg terakhir, kan kita lagi sujud.....Dede udah baca bacaannya 3x tapi kok Bu tati diem aja, gak nyuruh Dede duduk.......ya udah Dede juga diem aja. Lamaaaaaaaaaaaaaaaaa........banget. Dede sampe ngantuk. Cape sujud terus.Terus tiba-tiba kedengeran Bu Tati bilang gini.......astaghfirullah....kok masih pada sujud sih...... Dede diem aja. Trus Bu Tati nyuruh Dede duduk ....nerusin sholat......Tau gak....ternyata tadi Bu Tati sama Bu Ros ada Tamu dari Panti Asuhan......Dede ditinggalin. Bu guru ngobrol dulu sama tamunya......"
Astaghfirullah.......jadi selama bu guru mereka menemui tamu......itu krucil2 tetap dalam posisi sujud.....aku sudah tidak tahan menahan ketawa.....tapi tadi perjanjiannya kan gak boleh tertawa.
" Ya jangan salahin Dede......salahin aja Bu Tati, kenapa Dede ditinggalin....." bela Adit.
" Ya tapi kan kalo bacaannya udah selesai, Dede bisa terusin aja sholatnya....."
" Ya nggak boleh gitu dong.....kan kata Bu Tati harus ikutin perintah Bu Tati. Kalo Bu Tati nya gak nyuruh......ya udah diem aja. Tadi pegeeeeeeeeeel banget. Abis lama banget. Laika malah sampe ketiduran. Dede aja ngantuk.....hahahah.....udah sekarang boleh ketawa...."
hahahahahahahahahahah........kami pun tertawa berjamaah.
" Tadi ada kali setengah jam sujudnya....." kata Fira.
Halah.....dasar krucil.....gimana kalo bu gurunya langsung pulang ya......bisa sampai pagi mereka sujud. Herannya kok gak ada makmum yang protes ya......xixixi....maklumlah mereka baru berumur 4-5 tahun.
Biarin lah De, walaupun masih salah.......kata Dede itu kesalahan Teknis......kita bangga kok ....kamu berani jadi imam. Lain kali lebih baik ya,sayang......
Fira dan Adit tiap sore belajar di TPA. Daripada mereka jadi patung di depan TV, mendingan belajar mengaji di TPA. Selain belajar mengaji, mereka juga diajarkan sholat, akhlak dan sejenisnya.
Sore itu mereka pulang dari TPA dengan heboh. Fira masuk rumah sambil tertawa terpingkal-pingkal dan langsung ngusruk di kursi sambil terus tertawa. Adit mengikuti dari belakang dengan wajah bete. Agus masuk sambil menenteng tas anak2 juga sambil tersenyum. Ada apa ya?
" Kok heboh......ada apa?" tanyaku.
" Dede Adit tuh......hahahah......" kata Fira sambil terus tertawa.
" Kenapa,De?"
" Tapi janji ya kalo Dede belom selesai cerita jangan ada yang ketawa...." jawabnya.
" Bentar,De.....teteh ketawa dulu....hahahah....." kata Fira. Tiba-tiba Agus juga ketawa.
" Apa sih,Gus?"
" Biar Dede aja yg cerita,bu" kata Agus.
" Ayo,De cerita. Apa yang lucu?"
" Awas ya jangan ada yg ketawa dulu......." ancamnya. Kulihat Fira menyembunyikan wajahnya dibalik bantal kursi, menahan ketawa. Jadi tambah penasaran nih....
" Tadi kan Dede sholat ya......kata Bu Ros Dede bagian jadi imam. Makmumnya anak-anak cewek...."
" Kok cuma anak-anak cewek......emang anak-anak cowok yang laen pada kemana?" tanyaku.
" Kan mereka udah gede-gede.......Dede kan masih kecil......jadi Dede barengnya sama yang anak-anak cewek. Tadi kan sholat Ashar ya......4 rokaat kan.....Bu Tati duduk di sebelah Dede. Ngasih tau Dede harus gimana ....harus baca apa......Nah pas rokaat yg terakhir, kan kita lagi sujud.....Dede udah baca bacaannya 3x tapi kok Bu tati diem aja, gak nyuruh Dede duduk.......ya udah Dede juga diem aja. Lamaaaaaaaaaaaaaaaaa......
Astaghfirullah.......jadi selama bu guru mereka menemui tamu......itu krucil2 tetap dalam posisi sujud.....aku sudah tidak tahan menahan ketawa.....tapi tadi perjanjiannya kan gak boleh tertawa.
" Ya jangan salahin Dede......salahin aja Bu Tati, kenapa Dede ditinggalin....." bela Adit.
" Ya tapi kan kalo bacaannya udah selesai, Dede bisa terusin aja sholatnya....."
" Ya nggak boleh gitu dong.....kan kata Bu Tati harus ikutin perintah Bu Tati. Kalo Bu Tati nya gak nyuruh......ya udah diem aja. Tadi pegeeeeeeeeeel banget. Abis lama banget. Laika malah sampe ketiduran. Dede aja ngantuk.....hahahah.....ud
hahahahahahahahahahah.....
" Tadi ada kali setengah jam sujudnya....." kata Fira.
Halah.....dasar krucil.....gimana kalo bu gurunya langsung pulang ya......bisa sampai pagi mereka sujud. Herannya kok gak ada makmum yang protes ya......xixixi....maklumla
Biarin lah De, walaupun masih salah.......kata Dede itu kesalahan Teknis......kita bangga kok ....kamu berani jadi imam. Lain kali lebih baik ya,sayang......
Babat = Alien - vampire - drakula
dipy: Lagi-lagi ini tentang Dede Adit. Kemarin dia ikut ke Pasar Kosambi. Tumben dia nggak mau ditinggal di mobil, pengen ikut ke dalam pasar. Dasar simelekete....tau sendiri dong yg namanya pasar kayak gimana suasananya. Mana di pasar Kosambi kita harus naik turun tangga, belom lagi licin dan yg bikin sebel.......penuuuuuuuuuuuuuuuuh.....Mana kudu gendong2 cindil kecil ini lagi.
Ketika memasuki los tempat pedagang daging, terlihat Adit mulai mengernyitkan dahi dan menutup hidung. Matanya larak kiri kana....melihat onggokan daging dan daging2 yg digantung.
Tiba-tiba dia menarik bajuku. Kutoleh....dia memberi isyarat dengan matanya. Kuikuti arah matanya.... kulihat seorang ibu yg sangat moleeeegh dengan dandanan ekstra menyolok (ngapain ya dandan seru gitu....padahal dia cuma di pasar) sedang tidur meringkuk di atas 'etalase' penjualan daging. Mungkin dia ketiduran setelah sahur atau gimana gitu.
" kayak lumba-lumba ya." bisik Adit sambil menahan tawa.
" hush...." kataku. Tapi dalam hati aku turut meng-amini juga....wakakak....dengan siza tubuh seperti itu dan posisi tidur begitu.....sepintas memang mirip ikan lumba-lumba yg terdampar....hahahah.
Kuteruskan langkah menuju tukang daging langganan ku. Ketika aku asyik memilih-milih daging, tanpa sepengetahuanku Adit berwisata pandangan ke sekitar los tersebut. Tiba-tiba..........
" whaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....itu apaaaaaaaaaaaa......hiiiiiiiiiiy.....ada alieeeeeeeeen....eh bukan itu vampireeeeeeeeeee....haaaaaaaaaaa....takuuuuuuuuuuuuuuut.........tolooooooooooooong.......!"
kudengar Dede menjerit-jerit histeris. Dia lari ke pelukanku sambil terus berteriak-teriak menyebut alien, vampire, drakula.........
Beberapa orang disitu langsung mengerubuti kami....
" Ade kenapa......liat apa....?" tanya beberapa orang dari mereka.
Salah seorang dari mereka menyodorkan air minum dalam kemasan. Kusuruh Dede minum dulu. Dede tetap menutup mata. Nafasnya memburu....ciri bahwa dia benar2 kaget dan ketakutan.
" Duduk dulu disini,bu," salah seorang dari pedagang disitu menunjuk sebuah kursi.
Adit masih dalam pelukanku. Makin banyak orang yang melihat kami. Ada yg ikut mengusap-usap punggung Adit, ikut menenangkan.
Beberapa menit kemudian, Adit mengangkat wajahnya.
" tadi liat apa,sayang?" tanyaku.
" itu disitu..." katanya menunjuk tempat penjualan daging beberapa meter dari tempat kami duduk.
" itu apa yg item-item ngegantung...." katanya sambil menunjuk sesuatu.....kami semua mengikuti arah telunjuknya.......
" ....hahahahahahah.......Cep, itu mah babat.....," kata seorang ibu diikuti tawa orang2 yg lain.
Aku pun tertawa geli. Kulihat ada selembar babat berwarna hitam yg tergantung. Sekilas memang terlihat seperti kelelawar raksasa.
" itu babat, sayang......yg suka dibikin soto..." kataku.
" mana ada babat segede gitu...lagian itu item....jelek...." katanya.
" aslinya memang segede gitu,De....yg di soto sih udah dipotongin. Kalo nggak dipotong-potong...mana ada mangkok yg muat. Itu belom dibersihin, belom dicuci....makanya kotor gitu..." jelasku.
" ...yeuh, jang.....tah ieu babat...." pemilik makhluk aneh itu ternyata telah memotong sedikit babat tersebut dan memperlihatkannya pada Dede. Adit melihat dengan mimik waspada.....dia perhatikan baik-baik benda tersebut.
" o iya ya ini kan yang ada di soto....." katanya.
Orang-orang di sekitar kami kembali tertawa terbahak-bahak.
" aduh ku lucu nya ieu budak.....teu apal babat babat acan......hahahah....." kata seorang bapak.
Setelah membayar daging yg kubeli, kutuntun Adit keluar dari tempat tersebut. Baru beberapa langkah tiba-tiba.....
" whaaaaaaaaaaaaaaaaaa........" Adit dan aku kompak berteriak. Tiba-tiba kami lihat sebuah benda yg tiba2 duduk. Sumpah....kageeeeeet banget. Tahukan anda siapa dia? Dia adalah si lumba-lumba yg tadi sedang asyik terlelap dan tiba-tiba terbangun.
Halah....halah......ogah ah masuk tempat ini lagi......apalagi kudu bawa Adit. Cukup sekali ini aja.
Ketika memasuki los tempat pedagang daging, terlihat Adit mulai mengernyitkan dahi dan menutup hidung. Matanya larak kiri kana....melihat onggokan daging dan daging2 yg digantung.
Tiba-tiba dia menarik bajuku. Kutoleh....dia memberi isyarat dengan matanya. Kuikuti arah matanya.... kulihat seorang ibu yg sangat moleeeegh dengan dandanan ekstra menyolok (ngapain ya dandan seru gitu....padahal dia cuma di pasar) sedang tidur meringkuk di atas 'etalase' penjualan daging. Mungkin dia ketiduran setelah sahur atau gimana gitu.
" kayak lumba-lumba ya." bisik Adit sambil menahan tawa.
" hush...." kataku. Tapi dalam hati aku turut meng-amini juga....wakakak....dengan siza tubuh seperti itu dan posisi tidur begitu.....sepintas memang mirip ikan lumba-lumba yg terdampar....hahahah.
Kuteruskan langkah menuju tukang daging langganan ku. Ketika aku asyik memilih-milih daging, tanpa sepengetahuanku Adit berwisata pandangan ke sekitar los tersebut. Tiba-tiba..........
" whaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....
kudengar Dede menjerit-jerit histeris. Dia lari ke pelukanku sambil terus berteriak-teriak menyebut alien, vampire, drakula.........
Beberapa orang disitu langsung mengerubuti kami....
" Ade kenapa......liat apa....?" tanya beberapa orang dari mereka.
Salah seorang dari mereka menyodorkan air minum dalam kemasan. Kusuruh Dede minum dulu. Dede tetap menutup mata. Nafasnya memburu....ciri bahwa dia benar2 kaget dan ketakutan.
" Duduk dulu disini,bu," salah seorang dari pedagang disitu menunjuk sebuah kursi.
Adit masih dalam pelukanku. Makin banyak orang yang melihat kami. Ada yg ikut mengusap-usap punggung Adit, ikut menenangkan.
Beberapa menit kemudian, Adit mengangkat wajahnya.
" tadi liat apa,sayang?" tanyaku.
" itu disitu..." katanya menunjuk tempat penjualan daging beberapa meter dari tempat kami duduk.
" itu apa yg item-item ngegantung...." katanya sambil menunjuk sesuatu.....kami semua mengikuti arah telunjuknya.......
" ....hahahahahahah.......Ce
Aku pun tertawa geli. Kulihat ada selembar babat berwarna hitam yg tergantung. Sekilas memang terlihat seperti kelelawar raksasa.
" itu babat, sayang......yg suka dibikin soto..." kataku.
" mana ada babat segede gitu...lagian itu item....jelek...." katanya.
" aslinya memang segede gitu,De....yg di soto sih udah dipotongin. Kalo nggak dipotong-potong...mana ada mangkok yg muat. Itu belom dibersihin, belom dicuci....makanya kotor gitu..." jelasku.
" ...yeuh, jang.....tah ieu babat...." pemilik makhluk aneh itu ternyata telah memotong sedikit babat tersebut dan memperlihatkannya pada Dede. Adit melihat dengan mimik waspada.....dia perhatikan baik-baik benda tersebut.
" o iya ya ini kan yang ada di soto....." katanya.
Orang-orang di sekitar kami kembali tertawa terbahak-bahak.
" aduh ku lucu nya ieu budak.....teu apal babat babat acan......hahahah....." kata seorang bapak.
Setelah membayar daging yg kubeli, kutuntun Adit keluar dari tempat tersebut. Baru beberapa langkah tiba-tiba.....
" whaaaaaaaaaaaaaaaaaa......
Halah....halah......ogah ah masuk tempat ini lagi......apalagi kudu bawa Adit. Cukup sekali ini aja.
Senin, 11 Mei 2009
Golongan Darah
dipy:
Aditya Narayan Budiantoro. Lahir di bandung 19 Januari 2004. Bawel, cerewet dan sok tau n sok tua. Masih sekolah di TK.A. Hobby nya semua hal yg berbau otomotif. Jadi tempat referensi guru-gurunya untuk bertanya segala hal tentang mobil. Halah!!
Aku baru keluar dari kamar mandi ketika dering telepon berbunyi. Kulihat sebuah nama di display pesawat tlp. Dede Adit.
" ass.wr.wb...............................how are today....?, kudengar suaranya. Halah....sok english!!
" wa alaikum salam. Apaan,De?"
" Bund, tadi Dede nangis di sekolah"
" kok nangis? "
" tadi diambil darah. Wah......serem banget,bund. Jarumnya gedeeeeeeeeee banget.....", mulai deh lebay nya.
" segede apa..........sama jarum jahit gedean mana ?"
" dede serius bundaaaa...........pokoknya gede banget deh..........sakiiiiiiiiit banget....."
" kok jagoan nangis? gak malu sama anak-anak cewek?"
" semuanya nangis tau! Bukan Dede aja..............Tapi Dede tadi dipangku sama bu Enny dong........", katanya sambil tertawa. Bu Enny adalah guru pujaan Adit......katanya Dede naksir sedikit......Naksir? Anak TK ngerti apa soal naksir?
" darahnya banyaaaaaaaak banget,bund diambilnya.........sebotol....."
" sebotol apaan?"
" ya pokoknya sebotol..........banyak banget deh........."
Ya ampyun.........dasar lebay........hiperbola banget sih!!
" trus kenapa harus diambil darah?"
" katanya biar tau.........golongan darah dede apa. Darah dede nanti abis gak?"
" hahahahahaha............................"
" bundaaaaaa...........................darah dede nanti abis gak?"
" ya enggak atuh......."
" tapi tadi darah dede diambil sebotol.......", ....wah....keukeuh....sebotol.
" kalo cuma diambil darah segitu sih gak akan abis........kan badan dede bisa bikin darah lagi.......buat ngegantiin darah yg tadi diambil...."
" badan dede bisa bikin darah? gimana caranya? emangnya di badan dede ada pabriknya?"
" gini.......dede tadi pulang sekolah makan gak?"
" makan"
" banyak gak?"
" banyak........sepiring........terus nambah lagi.......nambahnya 7 juta kali....."
7 juta?!? apaan sih????
" Nah....nasi yg dede makan tadi sama badan dede dibikin darah......"
" terus?"
" makanya dede makan yang banyak........jangan rewel kalo disuruh minum susu...."
" ooooo............badan dede pinter ya....."
" iya dong........kan dede juga pinter....."
" hehehe.........iya atuh..... kalo golongan darah tuh apa sih,bund?"
" golongan darah tiap orang tuh beda, de. Kita harus tau apa golongan darah kita.......supaya kalo kita kekurangan darah.....kita bisa nambahinnya dengan darah yang sama golongannya. Ada yg golongan darahnya A, ada yg B, ada yg O, ada juga yang AB "
" kelurangan darah.........kok bisa? kata bunda darah kita gak akan abis......kan badan kita bisa bikin darah...."
" kita akan kekurangan atau kehabisan darah kalo badan kita ngeluarin darah yang banyaaaaaaak banget........misalnya kalo dioperasi atau kalau kecelakaan. Kalau darah kita habis.....kita bisa meninggal. Makanya harus ditambah darah. Namanya transfusi darah"
" darahnya dari mana?"
" ada satu tempat namanya PMI.......disitu disimpan banyak darah. Ada golongan darah A,B,O atau AB. Orang yang membutuhkan tambahan darah, bisa nyari kesitu"
" darahnya dari mana?"
" dari orang-orang. orang yang nyumbangin darah....namanya donor darah"
" kok darah disumangin sih,bund?"
" ya kan orangnya baik.....mau nolongin orang-orang yg memerlukan tambahan darah......"
" bunda, dede gak mau dioperasi ya.....gak mau kecelakaan juga......dede gak mau kehabisan darah.......nanti mati. Hiiiiiiiiii....."
lah.......siapa juga yg mau kena musibah?
" iya Insya Allah, sayang......!"
" bund, jadi tiap orang golongan darahnya beda-beda?"
" ada yg sama ada juga yg beda. Orang yg akan ditambah darah harus nyari darah dengan golongan yang sama"
" oo Dede tau.....kalo golongannya gak sama nanti darahnya berantem ya,bund?"
halah........kok berantem??
" iya tuh...."
" tutup dulu ya. dede ngerti sekarang. See you......dadah bunda...."
Ya ampyun..............ngeloyor gitu aja tanpa mengucapkan salam. Dasar bocah.....
Apa sih Golongan Darah itu?Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yg penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.
Selain penggolongan ABO yang menghasilkan golongan darah A,B,O dan Ab, ada juga sistem MNS yang akan mendapatkan golongan darah M,N dan MN. Ini berguna untuk tes kesuburan.
Keesokan harinya, telepon kembali berdering, dan didisplay tertera Dede Adit.
" bundaaaaa........dede tau sekarang...."
" waalaikum salam......."
" upz....maaf bunda......ass.wr.wb....."
" tau apaan, sayang....?"
" bund, ternyata dede tuh orang jakarta?"
" haha.....orang jakarta? maksudnya?"
" tadi kata bu guru.....golongan darah dede B"
" kok jadi orang jakarta?"
" bunda golongan darahnya apa?"
" B"
" kalo ayah? "
" B "
" hahahaha........asyiiik.....berarti kita semua orang jakarta....."
" dede.......bunda gak ngerti ah......"
" bunda gimana sih.......kayak gitu aja kok gak ngerti?"
?????
" bunda beneran gak ngerti nih......"
" kalo plat nomer mobil jakarta apa bund?"
" B "
" ya udah.........golongan darah kita kan B.....sama kan sama plat nomer mobil jakarta.......berarti kita orang jakarta......"
"loh......"
" dadah bunda..........tutup dulu ya.......dede mau kasih tau mbah!"
seperti biasa.......lupa mengucapkan salam.
sekarang tinggal aku yang bingung............?????!!!!????
Dedeeeeeeeeeeeeeee.....................apa hubungannya golongan darah sama plat nomer kendaraan??????
Langganan:
Postingan (Atom)




